EventHeadline

Kolaborasi Dengan Pemkot, PCNU Kota Malang Gelar Tahlil Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

MALANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang menggelar acara tahlil untuk korban tragedi Kanjuruhan pada Kamis (6/10/2022) malam. Kegiatan yang dilaksanakan di bundaran alun-alun tugu Kota Malang ini dihadiri oleh segenap pengurus harian PCNU Kota Malang, jajaran pengurus Lembaga dan Banom NU Kota Malang, serta warga masyarakat Kota Malang.

Acara tahlil tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian pemerintah dan warga NU Kota Malang atas insiden yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang yang menelan korban jiwa mencapai 129 orang, dan ratusan korban lainnya mengalami luka-luka.

Acara dimulai dengan pembacaan Yasin dipimpin oleh Pembina LP Ma’arif Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin secara langsung oleh Rais Syuriyah  PCNU Kota Malang, Drs. KH Chamzawi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji, serta presiden Arema FC, Gilang. Dalam sambutannya, Sutiaji menyatakan bahwa tragedi Kanjuruhan ini cukup menjadi pelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Malang. Ia yakin bahwa warga Malang merupakan warga yang cinta damai. Ia berharap kasus Kanjuruhan ini tidak menjadi stereotipe negatif berkepanjangan yang dapat mengganggu stabilitas Kota Malang.

“Jangan sampai Malang diframing menjadi kota yang suka kerusuhan. Arek Malang adalah cinta damai. Salam satu jiwa merupakan simbol perdamaian.”, ucap alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum  Jombang tersebut.

Sementara itu, Presiden Arema FC, Gilang turut menyesalkan kejadian ini. Namun ia menyadari bahwa insiden ini berada di luar kuasa dan kehendak aremania.  Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terimakasih kepada segenap pengurus PCNU Kota Malang serta pemerintah Kota Malang atas segala bentuk dukungan, baik materiil dan moril yang telah diberikan.

“Kita semua bersukacita. Musibah ini tidak pernah kita kehendaki. Ada ibu yang kehilangan anaknya. Ada anak yang kehilangan orangtuanya. Semuanya sedih, berduka. Marilah bersama kita berdoa, semoga para almarhum diampuni dosanya dan diterima segala amal ibadahnya.” Tutur juragan 99 ini

Para peserta tahlil dan doa terlihat khusyu’ dan hidmat memanjatkan doa. Meski digelar dalam ruang terbuka, acara yang dikawal penjagaan Banser serta aparat berwajib ini berlangsung dengan tertib dan lancar.  [al]

LTN-NU Kota Malang

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button