Warta

Strategi Membuat Konten Digital: Sosialisasi Etika dan Strategi Bijak Menggunakan Media Sosial

MALANG – (21/6/2025) Lakpesdam PCNU Kota Malang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) sukses menyelenggarakan pengabdian masyarakat tentang strategi pembuatan konten digital yang menekankan etika dan penggunaan media sosial secara bijak di Pondok Pesantren Putri Daruzzahra Arrifa’i yang di hadiri 30-an peserta dari berbaagai kalangan pondok pesantren mahasiswa di Kota Malang. Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Juni 2025 ini, menghadirkan dua narasumber terkemuka di bidangnya, Bapak Al Muiz Ld. dari Oase Institute serta Ibu Diana Manzila, CEO Kimya.ID.

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Malang, Dr. Mohamad Anas, M. Phil menekankan pentingnya santri memanfaatkan konten digital untuk menyebarkan pengetahuan keagamaan. Santri dapat membuat konten digital tentang ilmu keagamaan, seperti tafsir, hadits, dan fiqih, untuk dibagikan kepada masyarakat luas. Di samping itu, pelatihan ini juga dapat membangun komunitas online yang positif: Santri dapat membangun komunitas online yang positif dan konstruktif, tempat mereka dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan diskusi tentang isu-isu keagamaan dan sosial.

Di luar tentang tanggungjawab sosial tersebut di atas, santri dapat memanfaatkan digital untk membuat platform ecommerce yang dekat dengan kehidupan santri, misalnya mukena, jilbab, dst. Hal ini tentu sangat membantu mendorong tumbuhnya ekonomi digital di kalangan santri. Mohamad Anas juga menekankan pentingnya santri memanfaatkan konten digital secara efektif dan bertanggung jawab tentang pentingnya etika dalam berinteraksi di media sosial serta strategi efektif dalam menciptakan konten digital.

Bapak Al Muiz Ld. dari Oase Institute menggarisbawahi urgensi konsistensi dalam produksi konten digital. Lebih lanjut, Bapak Al Muiz membahas secara mendalam etika bermedia sosial, mengingatkan seluruh peserta untuk tidak mudah terjebak dalam informasi palsu atau hoaks. Beliau menekankan pentingnya menyaring setiap informasi yang diterima. Dalam konteks nilai-nilai keislaman, BapakAl Muiz menjelaskan bahwa Islam mengajarkan toleransi, melarang adu domba, dan tidak mendukung bias gender. Oleh karena itu, konten yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ini tidak patut untuk dibagikan. Beliau juga mengajak peserta untuk selalu mengimplementasikan “akhlakul karimah” sebagai panduan dalam bersikap di media sosial.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Ibu Diana Manzila, CEO Kimya.ID, yang membagikan wawasan mengenai penggunaan TikTok untuk bisnis. Ibu Diana menjelaskan bahwa penentuan niche atau tema konten sangat memengaruhi algoritma platform. Ibu Diana juga menyoroti tren “soft selling” dalam strategi pemasaran atau dakwah digital. Pendekatan “hard selling” dinilai kurang efektif di era digital saat ini. Selain itu, branding juga menjadi aspek krusial yang berfungsi sebagai daya tawar dan sangat diperhitungkan oleh audiens. Ibu Diana kemudian membahas pentingnya copywriting dalam pemasaran digital. Beberapa tips penerapan copywriting yang baik meliputi penggunaan kata yang sederhana, kalimat yang pendek dan padat, mampu menarik perhatian dan memicu rasa penasaran, lucu dan menghibur, serta mengajak interaksi dari penonton. Ibu Diana juga menyarankan penggunaan musik yang sedang sering didengarkan khalayak publik untuk meningkatkan jangkauan konten, serta ide-ide untuk meningkatkan engagement seperti a day in my life

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button