Pelatihan Jenazah Kolaborasi PAC MDS Rijalul Ansor Klojen dan LBM MWC NU Klojen: Wujud Pengabdian dan Kepedulian Umat

MALANG – (27/07) PAC MDS Rijalul Ansor Kecamatan Klojen bekerja sama dengan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Klojen menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Jenazah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan umat serta upaya pembekalan kader dalam menjalankan tugas sosial-keagamaan. Kegiatan ini diisi dengan dua sesi utama, yang menggabungkan aspek keilmuan dan praktik langsung.
Sesi pertama diisi oleh Ustadz Abd Qodir Mursyid, dengan fokus pembahasan pada fiqih hukum-hukum seputar jenazah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara mendalam mengenai tanggung jawab fardhu kifayah umat Islam terhadap jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan. Beliau juga menekankan pentingnya niat ikhlas dan pelaksanaan yang sesuai dengan syariat Islam.
Sesi kedua dipandu oleh Ustadz M. Nurhadi, yang membimbing para peserta dalam praktek langsung memandikan dan mengkafani jenazah. Dengan suasana penuh khidmat, peserta belajar secara teknis mulai dari menyiapkan peralatan, langkah-langkah memandikan, hingga tata cara mengkafani yang baik dan benar. Kegiatan ini membuka wawasan peserta akan pentingnya adab, ketelitian, dan pemahaman teknis dalam merawat jenazah.
Dalam tanggapannya, Sahabat Jefri Adrianto, selaku Ketua PAC MDS Rijalul Ansor Kecamatan Klojen, menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki dua tujuan utama.
“Pertama, kami ingin mempersiapkan dan membekali kader Ansor agar siap diterjunkan ke masyarakat dalam hal perawatan jenazah, baik dari sisi fiqih maupun teknis. Kedua, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran terbuka bagi kader-kader dari banom-banom NU yang berada di bawah naungan MWC NU Klojen untuk memperoleh ilmu dan tata cara yang benar dalam merawat jenazah,” ujar Sahabat Jefri Adrianto.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga keagamaan dan organisasi kepemudaan seperti Rijalul Ansor mampu melahirkan program-program bermanfaat yang menjawab kebutuhan riil masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi nilai-nilai ke-NU-an dan semangat khidmah terhadap umat.
Semoga pelatihan ini tidak hanya melahirkan kader yang siap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat melayani masyarakat secara ikhlas dan istiqamah.




