Ketua PCNU Kota Malang Tegaskan Peran Strategis Guru dalam Konfercab Pergunu Kota Malang

MALANG – (1/6/2025) Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH. Dr. Isroqunnajah, M.Ag., hadir dan memberikan pengarahan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Malang yang digelar di Aula PSBB MAN 2 Kota Malang, Sabtu (31/5). Dalam sambutannya, beliau menegaskan kembali posisi Pergunu sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) yang strategis dan mulia dalam bidang pendidikan.

“Pergunu bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga bagian dari perjuangan NU di bidang pendidikan. Guru-guru NU memiliki tugas besar dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah,” ungkap KH. Isroqunnajah, yang akrab disapa Gus Is.
Ia menambahkan bahwa tugas guru sangat mulia, karena tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dan membentuk karakter. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka adalah penjaga nilai dan penerus peradaban. Sudah sepatutnya para guru diberikan penghormatan dan dukungan penuh,” tegasnya.
Gus Is juga menyampaikan bahwa keanggotaan Pergunu tidak terbatas pada guru formal di sekolah atau madrasah, tetapi juga mencakup ustadz dan ustadzah di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan nonformal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Pergunu, ISNU, dan LP. Ma’arif NU untuk memperkuat sistem pendidikan NU secara komprehensif.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.Hi., M.Ag., turut menyampaikan arahan agar Pergunu menjadi wadah bagi para guru berintegritas.
“Pergunu harus bisa menampilkan guru-guru yang berintegritas, berdedikasi, dan menjadi contoh teladan di tengah masyarakat. Integritas adalah fondasi keberhasilan dalam dunia pendidikan,” tutur Gus Shampton.
Ia juga mengingatkan pentingnya spiritualitas dalam proses mendidik, salah satunya dengan mendoakan peserta didik sebagai bentuk kasih sayang guru. “Doa seorang guru sangat besar maknanya. Jangan lupa mendoakan anak didik kita agar mereka sukses dunia dan akhirat,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah Pergunu Jawa Timur, H. Abdul Mujib, memberikan penguatan organisasi kepada seluruh peserta Konfercab. Ia mengajak seluruh kader Pergunu untuk menyadari bahwa menjadi guru adalah taqdir mulia dari Allah SWT.
“Menjadi guru adalah taqdir Allah. Maka, jangan sia-siakan amanah ini. Kita harus menjalaninya dengan ikhlas, profesional, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa menjadi pengurus Pergunu bukan hanya tentang jabatan, tetapi tanggung jawab untuk menggerakkan organisasi demi keberkahan.
“Jangan pasif. Kalau kita ingin mendapatkan keberkahan dari Allah, maka kita harus aktif menggerakkan organisasi. Pergunu harus hidup dan menghidupkan,” tegasnya.
Kegiatan Konfercab ini berlangsung khidmat dan penuh semangat. Dihadiri oleh ratusan guru NU se-Kota Malang, tokoh-tokoh pendidikan, serta pimpinan lembaga, Konfercab ini juga menjadi momen untuk merumuskan arah gerak Pergunu ke depan, termasuk pemilihan pengurus baru.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya MAN 2 Kota Malang sebagai tuan rumah.
“Ini kehormatan bagi kami. Semoga Pergunu Kota Malang semakin solid dan memberikan kontribusi nyata untuk pendidikan NU dan Indonesia secara luas,” pungkasnya.




