News

Bersama Majukan UMKM: Sosialisasi dan Pemberdayaan UMKM Binaan Masjid Sabilillah Malang

MALANG – (3/7/2025) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Malang, serta Sekretariat Masjid Sabilillah, telah sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bertajuk “Bersama Majukan UMKM: Sosialisasi dan Pemberdayaan UMKM Binaan Masjid Sabilillah Malang”.

Bertempat di Masjid Sabilillah Malang, kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 24 Juni 2025 ini dipimpin oleh Bapak Reza Triarda S.Sos., M.A. sebagai ketua pelaksana pengabdian masyarakat, dengan Bapak Ainur Rofiq, SE., M.M., Ph.D sebagai pemateri utama. Pengabdian ini dilatar belakangi oleh pentingnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional yang berpotensi mengurangi kemiskinan.

Dalam paparannya, Bapak Ainur Rofiq, SE., M.M., Ph.D menyampaikan mengenai beberapa kunci keberhasilan bagi pelaku UMKM. Pertama, penting untuk memahami segmentasi konsumen dan memastikan adanya pasar bagi produk, serta menemukan keunikan produk dibandingkan kompetitor. Kedua, membangun jaringan (networking) juga hal yang penting, misalnya dengan bergabung dalam komunitas, baik secara online maupun offline. Ketiga, wirausahawan harus mampu bersikap kreatif dan inovatif, yaitu dengan menciptakan ide-ide baru dan menemukan solusi dari berbagai permasalahan. Selanjutnya, orientasi pada tujuan dan visi jangka panjang adalah hal yang tak kalah penting. Selain itu, keberanian mengambil risiko, disertai kemampuan pengambilan keputusan yang tepat, juga menjadi faktor penentu.

Tak kalah penting adalah sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan. Kemudian, kemampuan komunikasi dan jejaring di era digital saat ini juga berperan penting. Kepekaan terhadap peluang, kemauan untuk belajar, dan keterbukaan dalam menerima masukan serta mengembangkan diri tanpa gengsi juga berperan signifikan bagi wirausaha. Hal krusial lainnya adalah pengelolaan keuangan yang tertib, termasuk memahami arus kas (cash flow), modal kerja harian, biaya bahan baku, dan estimasi balik modal. Sangat ditekankan pula untuk memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha dan memiliki komitmen untuk tidak menggunakan modal usaha untuk keperluan lain.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed

Back to top button