Donor Darah Warnai Pembukaan Lailatul Ijtima’ MWC NU Klojen: Spirit Sosial dan Spiritualitas Berjalan Beriringan
MALANG – (26/7/2025) Semangat pengabdian kepada umat kembali ditunjukkan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Klojen melalui kegiatan donor darah yang digelar di Masjid Roudlotush Sholihin, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Lailatul Ijtima’ MWC NU Klojen yang digelar sebagai bentuk penguatan ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, kegiatan donor darah berlangsung sejak sore hari dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Remaja masjid, ibu-ibu Muslimat NU, Fatayat, Ansor, serta tokoh-tokoh masyarakat terlihat antusias mendonorkan darah mereka.
Menurut Ustadz Damat S.Ag, S.Pd, Ketua MWC NU Klojen, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari syiar keagamaan yang menyentuh aspek kemanusiaan.
“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan Lailatul Ijtima’ MWC NU Klojen kita awali dengan donor darah sebagai bentuk bakti sosial. Semoga ini bisa menguatkan kepedulian sosial warga NU dan menjadi amalan yang bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.
Kegiatan donor darah ini juga menjadi pintu pembuka dari serangkaian agenda keagamaan yang akan berlangsung esok harinya, Minggu, 27 Juli 2025, di lokasi yang sama. Di antara agenda tersebut adalah:
Khotmil Qur’an bekerja sama dengan PAC Muslimat NU Klojen.
Pelatihan Perawatan Jenazah oleh LBM MWC NU Klojen dan PAC GP Ansor Klojen.
Terapi Kesehatan oleh LAKPESDAM NU Klojen.
Majelis Taklim kolaborasi LBM, Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU Kecamatan Klojen.
Majelis Dzikir dan Sholawatan oleh PAC GP Ansor Klojen.
Istighosah dan Tahlil, sekaligus ajang konsolidasi organisasi.
Dan akan ditutup dengan sesi Pembinaan Keaswajaan yang akan dihadiri langsung oleh Ketua PC NU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag.
Donor darah ini menjadi simbol awal dari semangat NU Klojen untuk memadukan nilai hablum minallah dan hablum minannas dalam satu rangkaian Lailatul Ijtima’ yang sarat makna. Di tengah tantangan zaman, kegiatan seperti ini menjadi penanda bahwa spiritualitas harus berjalan seiring dengan aksi nyata di tengah masyarakat.





