Ketua LPP NU Kota Malang Temukan Empat Spesies Baru Kumbang

MALANG – (2/7/2026) Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP NU) Kota Malang, Prof. Dr. Agr. Sc. Hagus Tarno, SP., MP., kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Guru Besar Universitas Brawijaya tersebut memimpin tim peneliti yang berhasil menemukan dan mendeskripsikan empat spesies baru kumbang ambrosia dan kumbang kulit kayu dari kawasan UB Forest, Jawa Timur.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Journal of the Coleopterists Bulletin edisi 21 Juni 2026. Penelitian merupakan kolaborasi antara Universitas Brawijaya, University of Florida, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Bagi Prof. Hagus, pencapaian ini bukan sekadar menambah daftar spesies baru dalam dunia sains, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, kekayaan biodiversitas Indonesia hanya dapat terus memberi manfaat apabila hutan tetap terpelihara dan penelitian terus didukung.
“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Penelitian menjadi salah satu ikhtiar untuk mengenali, menjaga, dan memanfaatkan anugerah tersebut secara bijaksana bagi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Tim peneliti berhasil mendeskripsikan empat spesies baru, yakni Crossotarsus gunungapi, Cosmoderes arjuno, Cosmoderes opacus, dan Amasa brawijaya. Nama Amasa brawijaya dipilih sebagai penghormatan kepada Universitas Brawijaya sekaligus merepresentasikan warisan sejarah Nusantara.
Sebagai Ketua LPP NU Kota Malang, Prof. Hagus menilai bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban. Baginya, riset tentang biodiversitas tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga menjadi landasan bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pengambilan sampel dilakukan di kawasan UB Forest pada 2024 dalam kegiatan Bark and Ambrosia Beetles Academy yang diselenggarakan University of Florida dengan Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah. Penelitian juga melibatkan Yogo Setiawan, SP., MP., dosen Universitas Brawijaya yang kini menempuh studi doktoral di Kagoshima University, Jepang.
Kumbang ambrosia dan kumbang kulit kayu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan melalui proses dekomposisi kayu serta interaksinya dengan jamur dan tumbuhan. Penemuan spesies baru ini semakin menegaskan bahwa hutan tropis Indonesia masih menyimpan banyak kekayaan hayati yang belum terungkap.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa akademisi yang juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dunia sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Kolaborasi riset internasional yang dipimpin Prof. Hagus diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.



