NU Care LAZISNU Kota Malang Gelar Laporan Triwulan, Perkuat Transparansi dan Kolaborasi

MALANG – (25/8/2025) NU Care LAZISNU PCNU Kota Malang menggelar kegiatan Laporan Triwulan pada Senin petang (25/8/2025) di Kantor PCNU Kota Malang, Jl. KH. Hasyim Ashari No. 21. Agenda ini memaparkan capaian program serta laporan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) periode 16 April – 31 Juli 2025.
Dalam laporan tersebut, sejumlah program telah terlaksana dengan baik, di antaranya santunan dhuafa, pelaksanaan Qurban 2025, digitalisasi NU Care LAZISNU, gerakan Sedekah Subuh, serta Festival Muharram 2025. Adapun program yang sedang dan akan dijalankan mencakup bantuan sarana pendidikan di lingkungan Ma’arif Kota Malang, bantuan biaya pendidikan bagi siswa dan santri kurang mampu, hingga pelaksanaan program NU Care–Berdaya.
Manajer NU Care LAZISNU Kota Malang, H. Andi Syayuti, menegaskan pentingnya akuntabilitas laporan. Ia menyebut meski database masih terbatas dan proses penyempurnaan, NU Care berkomitmen memperluas jangkauan melalui kerjasama dengan korporasi serta melibatkan sumber daya internal warga Nahdliyyin. “Kita juga perlu branding yang kuat agar NU Care semakin dikenal masyarakat. Media promosi seperti billboard dan banner akan menjadi salah satu strategi,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Pengumpulan, Pendistribusian, dan Pemberdayaan, H. Miftahul Arifin, menambahkan bahwa program digitalisasi NU Care masih dalam tahap penyempurnaan untuk memaksimalkan aksesibilitas dan efektivitas pendataan.

Dalam forum yang sama, Ketua PCNU Kota Malang, KH. Dr. Isroqunnajah, M.Ag memberikan apresiasi atas kinerja NU Care sekaligus menekankan pentingnya pelaporan yang detail, transparan, serta tertib dalam pendataan Mustahik dan Muzakki.
Lebih lanjut, Beliau mendorong adanya audiensi dengan perguruan tinggi di Kota Malang untuk memperkuat penghimpunan data dan dana ZIS.

Selain laporan, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi antar pengurus untuk membahas inovasi pelayanan, peningkatan efisiensi organisasi, serta strategi program ke depan yang lebih berdaya guna.

Masih dalam sesi yang sama, penasehat NU Care LAZISNU Kota Malang, Gus Edy, mengingatkan agar pengelolaan dana ZIS tetap memperhatikan hak amil, serta memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai fondasi penting organisasi.
Dengan semangat transparansi dan kolaborasi, NU Care LAZISNU Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, menjaga kepercayaan Muzakki, dan memperluas manfaat bagi masyarakat luas. (al)




