Turba ke MWC Blimbing, PCNU Kota Malang Tekankan Konsolidasi dan Kolaborasi Penguatan Organisasi

MALANG – (20/7/2025) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang kembali menggelar Majelis Turba (turun ke bawah) sebagai upaya memperkuat jaringan dan konsolidasi organisasi, Ahad pagi, 20 Juli 2025 bertepatan dengan 24 Muharram 1447 H. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Blimbing, Jalan Raden Intan No. 103, Blimbing, Kota Malang.

Acara yang dihadiri oleh segenap jajaran pengurus PCNU, pengurus MWC NU Blimbing, dan para pengurus ranting NU se-Kecamatan Blimbing ini menjadi wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan komunikasi kelembagaan, serta menyamakan persepsi antarstruktur organisasi NU di Kota Malang.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Sekretaris MWC NU Blimbing, Ahla Jazuli, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Katib Syuriah MWC NU Blimbing, Gus Hilmi. Dalam sambutannya mewakili tuan rumah, Wakil Rais MWC NU Blimbing, Ustadz Anwar Salim, menyampaikan harapan agar silaturahmi tersebut menjadi energi baru dalam memperkuat perjuangan Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Blimbing. “Semoga pertemuan ini menjadi sarana menguatkan semangat perjuangan kita dalam membela Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar beliau.

Ketua PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., yang akrab disapa Gus Is, menyampaikan pentingnya peningkatan kesadaran berorganisasi di tubuh NU. “Konsolidasi dan membangun kesefahaman adalah kunci penguatan NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang solid,” tegasnya. Ia menekankan bahwa NU harus menjadi rumah besar bagi umat yang terus bergerak, beradaptasi, dan tetap teguh dalam visi keumatan.

Gus Is juga menegaskan bahwa NU tetap konsisten tidak terlibat dalam politik praktis. “NU harus tetap pada koridornya sebagai organisasi keagamaan yang mandiri dan fokus dalam membangun umat. Kita harus menjaga kekompakan dan satu suara,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Is juga memberikan apresiasi kepada Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) NU Kota Malang atas kerja kerasnya dalam menyelesaikan sertifikasi tanah-tanah wakaf milik NU. Ia menyampaikan bahwa dari total 231 Akta Ikrar Wakaf (AIW), sebanyak 206 di antaranya telah bersertifikat. Sementara 25 AIW belum bersertifikat, dengan rincian 12 dalam proses di BPN dan 13 lainnya masih tercecer. “Ini capaian yang luar biasa, namun kita tidak boleh berhenti. Masih banyak fasilitas ibadah NU yang perlu kita garap bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Malang, Dr. M. Faisol, menambahkan bahwa komunikasi dan kolaborasi adalah kunci utama membangun organisasi yang kuat dan relevan di tengah tantangan zaman. “Kita tidak boleh terjebak pada ego sektoral. Justru di era globalisasi, kolaborasi adalah kompetensi yang harus ditanamkan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya mengembangkan kegiatan-kegiatan seperti Turba dan Lailatul Ijtima sebagai sarana membumikan NU di tengah masyarakat. “Mari kita semarakkan kegiatan ke-NU-an ini dengan inovasi. PCNU akan terus mendukung setiap inisiatif yang berorientasi pada kebersamaan dan penguatan umat,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Is. Turba ini menjadi bagian dari gerakan masif PCNU Kota Malang dalam membumikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama, menguatkan jaringan struktural, serta menumbuhkan budaya organisasi yang solid, sinergis, dan solutif di tengah masyarakat. (al)




