Warta

Kolaborasi LPBI- Lazinu Care-RMI-LBM, NU Kota Malang Gelar Trauma Healing untuk Santri Korban Bencana PP Al-Khoziny

MALANG – (13/10/2025) Sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri yang terdampak bencana di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, sejumlah lembaga di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang berkolaborasi menggelar kegiatan Trauma Healing & Recovery. Kegiatan ini melibatkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Lembaga Bahtsul Masail (LBM), dan NU CARE Lazisnu.

Program ini menghadirkan tim trauma healing dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang memiliki pengalaman dalam penanganan psikososial pascabencana. Fokus utama kegiatan adalah membantu para santri korban bencana mengembalikan semangat belajar dan menata kembali kondisi psikologis mereka agar siap kembali ke lingkungan pesantren.

“Ini adalah bentuk ikhtiar keluarga besar NU Kota Malang untuk memulihkan trauma mental para santri. Mereka mengalami dan menyaksikan langsung peristiwa bencana tersebut,” ujar Gus Is, Ketua PCNU Kota Malang.
Beliau juga menambahkan, bahwa dukungan mental menjadi aspek penting agar proses pemulihan berjalan menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik. “Penyembuhan fisik tidak saja cukup, tetapi juga butuh pemulihan mental akitab trauma yang dialami,” imbuhnya.

Di Kota Malang tercatat ada 11 santri yang saat kejadian berada di lokasi bencana. Beberapa di antaranya mengalami trauma psikis cukup serius, sementara satu santri diketahui mengalami luka fisik. Kondisi ini mendorong PCNU Kota Malang untuk segera mengambil langkah penanganan secara cepat dan terpadu.

Kegiatan trauma healing tidak hanya menyasar para santri korban, tetapi juga melibatkan orang tua atau wali santri. Mereka diberikan sesi konseling khusus untuk memperkuat dukungan keluarga dalam proses pemulihan psikologis anak-anak mereka. Pendampingan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi para santri setelah kembali ke pondok.

Tim trauma healing UIN Malang menggunakan pendekatan psikososial dan teknik terapi ringan yang disesuaikan dengan usia serta kondisi emosional para santri. Melalui permainan, dialog interaktif, dan aktivitas kelompok, para santri diajak untuk mengekspresikan perasaan, membangun kembali rasa aman, serta menumbuhkan semangat belajar.

Program kolaboratif ini menjadi bukti nyata sinergi antar lembaga di bawah NU Kota Malang dalam merespons situasi darurat dengan pendekatan kemanusiaan. Selain membantu pemulihan korban, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas antar pesantren dan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk bencana di masa mendatang.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button