Warta

Diklat Khatib Muda di Pesantren At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Lowokwaru Malang

MALANG – (27/10/2025) Dalam rangkaian memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang melalui Lembaga Dakwahnya menggelar Diklat Khatib Muda bagi beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Lowokwaru Malang.

Progam tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 27 Oktober 2025 bertempat di lantai dua Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Lowokwaru Malang.

Sekitar 50 Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengikuti program binaan metode Pondok Pesantren At-Taubah yang ada di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Lowokwaru Malang mengikuti diklat Khatib Muda dengan antusias dan tertib.

Dalam sebagian benak masyarakat, para narapidana yang keluar dari lembaga pemasyarakatan adalah orang-orang yang “bermasalah”. Hal ini berakibat ketika mereka kembali ke masyarakat masih dipandang negatif.

Untuk mengurangi stigma negatif sekaligus menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat, maka warga binaan pemasyarakatan mendapat binaan dan bimbingan keagamaan melalui program Pondok Pesantren At-taubah yang didirikan tahun 2017 dan diresmikan oleh Kemenkumham.

Bangunan fisik Pondok Pesantren At-Taubah berlantai dua berada di dalam Lembaga Permasyarakatan Kelas IA Lowokwaru Malang dan dapat menampung sekitar 500 warga binaan pemasyarakatan yang siap menjadi santri binaan.

Selain membaca Al-Qur’an, para warga binaan pemasyarakatan Pondok Pesantren At-Taubah di Lembaga Permasyarakatan Kelas IA Lowokwaru juga mendapat materi-materi keagamaan, mulai fiqih, akidah, akhlak dan lainnya.

Untuk menambah khasanah dan kemampuan para warga binaan, mereka diberi materi khusus melalui Pendidikan dan Latihan (Diklat) Khatib.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Lembaga Pasyarakatan Kelas IA Lowokwaru Malang dengan Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kota Malang.

Ada dua materi utama yang disampaikan dalam Diklat Khatib Muda. Pertama, Fikih Khutbah, disampaikan oleh Ustadz Syamsul Arifin, M.Pd, Sekretaris PC LDNU Kota Malang. Materi meliputi syarat, rukun, sunah serta adab dalam khutbah. Sedangkan materi kedua tentang Memilih Tema dan Teknik Khutbah Yang Menarik. Materi kedua disampaikan oleh Ustadz H. Fahrurozi Suhastra, M.H. Wakil Sekretaris LDNU Kota Malang yang juga Penyuluh Agama Islam di Kemenag Kota Malang. Tema merupakan jiwa khutbah, maka perlu strategi dalam menentukan tema. Demikian juga, teknik Khutbah sangat menentukan tersampaikannya materi dan pesan-pesan khutbah kepada para jamaah.

Sebagai tindak lanjut dari program ini, para peserta Diklat dalam waktu yang tidak lama lagi akan mengikuti kegiatan tes dan praktik khutbah. Para peserta yang lulus akan diberikan piagam penghargaan.

Sementara itu, Ustadz Usmawan yang mewakili Komunitas Asatidz yang mengajar di Pondok Pesantren At-Taubah yang didampingi oleh Bapak Ardi selaku Penanggung jawab Pondok Pesantren At-Taubah dalam sambutannya menyampaikan bahwa para warga binaan pemasyarakatan yang menjadi santri binaan diharapkan berhasil dan nanti akan mendapatkan Piagam Khatib Muda dari PC LDNU Kota Malang di samping Piagam Baca Al-Qur’an yang akan diberikan pada acara Wisuda Santri dalam waktu yang akan datang. Beliau juga menambahkan bahwa dua peserta Diklat terbaik nanti akan ditampilkan saat kegiatan wisuda

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button