Warta

Aliansi Santri Malang Menggugat Tutup Trans 7

 

TUNTUT TRANS7 TUTUP: Ratusan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Malang Menggugat menggelar aksi di depan Balai Kota Malang, Rabu (15/10)

MALANG– Ratusan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Malang Menggugat menggelar aksi demo tuntut Trans7 tutup. Aksi yang digelar di depan Balai Kota Malang, Rabu (15/10) ini sebagai reaksi atas penghinaan terhadap pengasuh Pesantren Lirboyo dan tradisi pesantren. Pelecehan terbuka dengan tayangan Trans7 menjadikan hati para santri dan alumni pesantren terluka. “Kami hanya menuntut satu kata: tutup Trans7,” sebut salah satu orator.

Hadir dalam aksi tersebut antara lain perwakilan dari alumni Lirboyo, alumni Pondok Sarang, Pondok Tambakberas, dan pondok lainnya.

Selain menuntut penutupan izin Trans7, para aktor intelektual di balik pelecehan pesantren ini harus diusut secara hukum. Karena mereka diduga memiliki misi besar untuk meruntuhkan marwah ulama dan pesantren. “Laporkan juga otak intelektualnya, ” tandas Sutiaji yang juga diberi kesempatan berorasi.

Mbah Munir, salah satu alumni Liriboyo juga menegaskan jika ketika marwah kiai dijatuhkan, pantang bagi santri untuk mundur. Maka, momentum demo tersebut jadi titik awal menunjukkan bahwa santri tidak bisa diremehkan. “Kurang sabar apa lagi kami ini. Tapi kalau terus diusik kami tidak akan tinggal diam, ” tegas Gus Munir. (ltn makota)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button