Warta

Gus Is: Tiga Warisan Nabi Jadi Teladan Membangun Umat

MALANG – (20/7/2025) Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., atau yang akrab disapa Gus Is, menyampaikan pesan penuh makna dalam Festival Muharram 2025: Peduli Anak Yatim dan Dhuafa, Ahad (20/7/2025), yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung PCNU Kota Malang.

Dalam sambutannya, Gus Is menyatakan dukungan penuh terhadap NU Care-LAZISNU Kota Malang atas penyelenggaraan festival kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan pentingnya terus merawat semangat kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa sebagai bagian dari ajaran Islam yang luhur.

Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Gus Is menyitir hadits Nabi “Aku dan orang yang memelihara anak yatim akan berada di surga seperti ini.” Sambil mengilustrasikan dengan merapatkan jari telunjuk dan jari tengah, sebagaimana dalam riwayat Imam Bukhari.

Menurut Gus Is, bulan Muharram adalah momentum reflektif, bukan hanya karena peristiwa duka wafatnya cucu Nabi, Sayyidina Husain r.a., di Karbala, tetapi juga karena bulan ini menyimpan tiga tonggak kesuksesan strategis Nabi Muhammad SAW yang layak dijadikan inspirasi dalam membangun peradaban umat Islam.

Dalam pidatonya, Gus Is menyampaikan bahwa setelah hijrah ke Madinah—peristiwa penting yang terjadi pada bulan Muharram—Rasulullah langsung menegakkan tiga fondasi utama kehidupan berbangsa dan beragama.

Pertama, membangun Masjid Nabawi, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai pusat konsolidasi umat, tempat menguatkan spiritualitas, mental, dan solidaritas umat Islam. Masjid, kata Gus Is, harus menjadi simpul utama dalam membina kekuatan sosial umat, bukan sekadar bangunan fisik.

Kedua, menjadikan masjid sebagai basis pembangunan ekonomi. Rasulullah mendorong aktivitas ekonomi yang sehat, adil, dan berbasis pada nilai-nilai keislaman dari lingkungan masjid. Masjid menjadi tempat pemberdayaan, bukan hanya doa.

Ketiga, mendirikan Konstitusi Negara Madinah. Rasulullah menyusun Piagam Madinah sebagai dasar hidup bernegara yang menjamin hak dan kewajiban seluruh penduduk dengan prinsip keadilan, multikulturalisme, dan partisipasi publik. “Inilah warisan besar Rasulullah dalam membangun peradaban,” ujar Gus Is.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Is juga mengajak seluruh hadirin dan masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai hijrah Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat yang kuat secara spiritual, mandiri secara ekonomi, dan adil secara sosial.

“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat membangun jiwa, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat sistem sosial keumatan. Jangan jadikan Muharram hanya sebagai peringatan sejarah, tapi sebagai momentum transformasi sosial,” tegas Gus Is.

Di akhir sambutannya, Gus Is menekankan bahwa kekuatan NU sebagai organisasi keumatan akan mencapai puncaknya jika semua elemen—pengurus, kader, tokoh, dan masyarakat—bergerak bersama dalam semangat kolaboratif, profesional, dan amanah.

Festival Muharram 2025 sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan NU Care-LAZISNU Kota Malang dalam menyambut bulan Muharram 1447 H. Kegiatan ini dirangkai dengan pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan dhuafa, penyerahan penghargaan kepada mitra strategis LAZISNU, serta penampilan seni sholawat yang membangun atmosfer spiritual. Festival Muharram 2025 bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud nyata cinta kasih umat Islam terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. (al)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button