Sinergi PCNU, Elemen Lintas Iman, dan Pemkot Malang Jelang Harlah 1 Abad NU

MALANG – (31/1/2026) Sinergi antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Pemerintah Kota Malang, serta elemen lintas iman terus diperkuat menjelang pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga harmoni kota, toleransi antarumat beragama, serta kelancaran kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut.
Pemerintah Kota Malang memproyeksikan kehadiran jamaah dalam jumlah besar dari berbagai daerah. Kedatangan jamaah dengan ratusan armada bus dan kendaraan rombongan membutuhkan pengelolaan transportasi dan lalu lintas yang terencana agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perhubungan Kota Malang telah melakukan pemetaan sejumlah titik strategis, meliputi drop zone, lokasi transit, serta area parkir jamaah. Pemetaan ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kepadatan lalu lintas selama rangkaian kegiatan Harlah 1 Abad NU berlangsung.
Dalam semangat toleransi dan kebersamaan, dukungan juga datang dari elemen lintas iman. Gereja Katedral Ijen Kota Malang menyatakan kesiapan apabila ditunjuk sebagai salah satu titik transit jamaah, dengan tetap memperhatikan jadwal ibadah umat Katolik.
Romo Paroki Gereja Katedral Ijen, Romo Petrus Prihatin, menegaskan bahwa pihak gereja siap membantu selama tidak mengganggu pelaksanaan ibadah rutin.
“Di luar jadwal ibadah, kondisi gereja kosong dan kami siap membantu mendukung kelancaran Harlah NU,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Ia juga memastikan bahwa apabila gereja digunakan sebagai lokasi transit, pengamanan internal akan disiapkan melalui satpam dan petugas pengamanan setempat.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pelaksanaan Harlah 1 Abad NU membawa dampak positif bagi Kota Malang, terutama pada sektor perekonomian dan pariwisata. Tingkat hunian hotel dan penginapan mengalami peningkatan signifikan menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Hotel dan penginapan sudah banyak dipesan. Bahkan, beberapa gereja digunakan oleh PCNU dari kabupaten dan kota sebagai tempat transit jamaah,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, keterlibatan berbagai elemen, termasuk lembaga keagamaan lintas iman, menjadi bukti kuatnya toleransi dan semangat kebersamaan yang telah lama terbangun di Kota Malang.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah, menegaskan bahwa panitia terus melakukan pemetaan situasi secara menyeluruh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan saling menghormati.
“Kami ingin semuanya bisa berjalan dengan baik, tidak saling mengganggu, dan saling menghormati,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa panitia memberikan perhatian khusus terhadap pengamanan akses fasilitas vital, seperti rumah sakit dan layanan publik lainnya, agar tetap dapat beroperasi normal selama kegiatan berlangsung.
“Akses ke rumah sakit dan fasilitas umum harus tetap terjaga. Ini menjadi perhatian kami agar tidak ada aktivitas masyarakat yang terganggu,” tambahnya.
Dukungan lintas iman juga datang dari Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya. Ketua FKAUB, Pdt. David Tobing, menyampaikan bahwa koordinasi lintas lembaga telah dilakukan untuk membantu jamaah yang datang ke Kota Malang.
“Kami sepakat mendukung jamaah dengan menyediakan air mineral dan roti, khususnya bagi jamaah yang tiba di Stasiun Malang Kota Baru,” jelasnya.
Menurutnya, pelibatan tokoh lintas agama diharapkan dapat memperkuat pesan kebhinekaan, persatuan, dan harmoni sosial dalam momentum Harlah 1 Abad NU.
Dengan sinergi antara PCNU Kota Malang, Pemerintah Kota Malang, serta dukungan elemen lintas iman, pelaksanaan Harlah 1 Abad NU diharapkan tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga menjadi teladan nyata harmoni, toleransi, dan kebersamaan dalam kehidupan beragama di Kota Malang.




