EventWarta

PCNU Kota Malang Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Pasuruan

MALANG – (16/24/2024)  Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI), menyalurkan bantuan untuk warga terdampak di tiga desa di Kabupaten Pasuruan, yaitu Desa Rejoso Lor, Desa Patuguran, dan Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke dapur umum di masing-masing desa, mengingat warga setempat masih belum mampu beraktivitas normal, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dapur, akibat genangan air setinggi 20-30 cm atau setinggi lutut orang dewasa.

Bantuan yang diberikan meliputi bahan makanan pokok, lauk-pauk, serta peralatan kebutuhan bayi. Bantuan ini difokuskan untuk mendukung dapur umum, yang menjadi pusat logistik di desa-desa terdampak. Dengan kondisi warga yang belum dapat memasak sendiri akibat banjir yang belum surut, dapur umum menjadi solusi vital dalam memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.

Selain dampak pada aktivitas sehari-hari, masalah kesehatan juga mulai muncul di wilayah terdampak. Banyak warga mengalami gangguan kulit seperti gatal-gatal akibat paparan air banjir yang kotor. Kondisi ini diperparah dengan bau tidak sedap yang tercium di area terdampak, karena air hujan yang menggenang belum juga surut.

Dalam situasi ini, kebutuhan akan tenaga kesehatan dasar dan obat-obatan ringan menjadi semakin mendesak. Bantuan kesehatan sangat diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit lebih lanjut di wilayah terdampak.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di tiga desa yang kondisinya cukup parah. PCNU Kota Malang terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan dalam waktu yang cepat.

Upaya ini juga menjadi bentuk komitmen PCNU Kota Malang dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat seperti bencana banjir.

Dengan genangan air yang belum surut dan dampak bencana yang semakin meluas, masyarakat di tiga desa tersebut masih sangat membutuhkan perhatian lebih, baik dari pemerintah, organisasi sosial, maupun masyarakat umum. Bantuan logistik, kesehatan, serta upaya pemulihan pascabencana menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan, guna memastikan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button