Rumuskan Blueprint Khidmah Berkelanjutan, Lakpesdam dan MWC NU Sukun Gelar FGD Strategis

MALANG – (7/5/2026) Lakpesdam PCNU Kota Malang kembali melanjutkan agenda penyusunan peta jalan khidmah organisasi melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama MWC NU Sukun, Rabu (6/5/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Kantor MWC NU Sukun mulai pukul 19.26 hingga 21.30 WIB ini dihadiri unsur syuriah, tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom di lingkungan MWC NU Sukun.

FGD tersebut menjadi ruang konsolidasi strategis untuk membaca kebutuhan organisasi NU di tingkat kecamatan sekaligus menyusun arah pengembangan kelembagaan menghadapi dinamika masyarakat urban Kota Malang tahun 2026. Kegiatan dipandu langsung oleh Ketua Lakpesdam NU Kota Malang, Mohamad Anas.
Dalam pemaparannya, Mohamad Anas menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi rutin organisasi, tetapi bagian dari upaya membangun “blueprint khidmah” NU yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“NU tidak cukup hanya menjalankan rutinitas organisasi. Kita perlu membaca perubahan sosial masyarakat perkotaan, tantangan kaderisasi, hingga pola pelayanan umat yang terus berkembang,” ujarnya.
Menurut dosen Universitas Brawijaya tersebut, FGD fokus pada empat objektif strategis sebagai parameter penyusunan arah gerak organisasi. Pertama, membaca kebutuhan makro organisasi dengan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kebutuhan warga NU di wilayah Sukun, termasuk tantangan sosial perkotaan, perubahan karakter masyarakat, dan kebutuhan pelayanan keumatan.
Kedua, identifikasi tantangan kelembagaan yang mencakup persoalan kaderisasi, efektivitas pelayanan umat, komunikasi antarstruktur, serta hambatan penguatan organisasi di tingkat ranting maupun MWC.
Ketiga, perumusan SDM strategis sebagai bagian dari upaya mendesain regenerasi kepemimpinan NU yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Dalam sesi ini, peserta menyoroti pentingnya penguatan kader muda serta distribusi peran antar lembaga dan banom agar organisasi tetap dinamis.
Keempat, sinergi agenda kerja antara PCNU, MWC, lembaga, dan badan otonom untuk memperkuat kesinambungan program organisasi. Sinkronisasi agenda dipandang penting agar program kerja tidak berjalan parsial dan mampu menjawab kebutuhan umat secara lebih luas.
Supri, peserta dari tanfidziyah WMC NU Sukun menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat diperlukan dan semestinya dilakukan secara intensif. Selain agar menjauhkan pCNU dari stigma menara gading, juga i’tikad baik untuk merealisasikan tujuan berkhidmah.
“Niat baik harus diwujudkan dan tidka boleh hanya sekadar wacana saja,” imbuhnya.
Suasana diskusi berlangsung partisipatif. Sejumlah peserta menyampaikan persoalan konkret yang dihadapi organisasi di tingkat akar rumput, mulai dari penguatan administrasi kelembagaan, optimalisasi potensi kader muda, hingga tantangan membangun komunikasi lintas struktur organisasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian FGD Lakpesdam PCNU Kota Malang di berbagai MWC NU sebagai langkah penyusunan rekomendasi strategis organisasi menuju khidmah NU yang lebih responsif dan berkelanjutan. Sebelumnya, agenda serupa juga telah dilaksanakan bersama MWC NU Blimbing.




