News

Kick Off Sepuluh Pengabdian Masyarakat UB–Lakpesdam NU Kota Malang Resmi Dimulai

MALANG – (17/6/2025) — Sepuluh kelompok pengabdian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Malang secara resmi meluncurkan program Kick Off Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2025 pada Senin (16/6). Acara ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat, dengan tujuan utama menyinergikan hasil penelitian dosen FISIP UB dengan kebutuhan konkret di akar rumput.

“Kita perlu memperkuat secara lebih sinergis kekuatan masyarakat sipil—dalam hal ini Nahdlatul Ulama (NU)—dengan perguruan tinggi secara integratif karena perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, kajian kritis, dan pengembangan pemikiran. Sementara itu, NU sebagai organisasi masyarakat sipil terbesar di Indonesia memiliki basis massa yang luas, nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta pengalaman panjang dalam membangun jejaring sosial dan budaya di tingkat akar rumput. Kolaborasi yang integratif antara keduanya akan menciptakan ekosistem keilmuan yang membumi dan responsif terhadap persoalan-persoalan riil masyarakat, seperti radikalisme, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan krisis lingkungan. Sinergi ini juga penting dalam membangun kesadaran kritis masyarakat melalui penguatan literasi, dialog lintas identitas, serta penyusunan kebijakan berbasis riset dan nilai-nilai kearifan lokal” ujar Dr. Mohamad Anas, M.Phil., Ketua Lakpesdam Kota Malang.

Program ini mencakup 10 kegiatan pengabdian yang dirancang untuk menjawab isu-isu lokal dan memperkuat kapasitas masyarakat. Sepuluh judul pengabdian masyarakat dosen FISIP UB bersama Lakpesdam PCNU Kota Malang mencerminkan lima tema utama yang saling melengkapi. Tema digitalisasi dan tata kelola keagamaan terlihat dari penguatan akuntabilitas LAZISNU serta implementasi aplikasi manajemen masjid. Pemberdayaan pesantren dan santri mencakup isu pengelolaan sampah ramah lingkungan, edukasi gizi santri, penguatan UMKM berbasis wakaf tunai, serta pelatihan konten digital. Tema pendidikan politik dan kewargaan diwujudkan melalui peningkatan literasi politik bagi IPNU dan IPPNU. Moderasi beragama dari ruang domestik diangkat melalui pelatihan mendongeng bagi perempuan, serta penguatan moderasi beragama melalui digital movement bagi kelompok muda NU yang aktif dalam lintas agama. Sementara itu, isu kesehatan mental dan literasi digital generasi muda tercermin dalam kegiatan yang membahas krisis identitas akibat media sosial di kalangan pelajar NU.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana Lakpesdam dan perguruan tinggi saling mendukung dan bersinergi. Kami percaya bahwa berbagai tantangan dan problematika masyarakat harus dijawab secara konkrit dan efektif jika didukung oleh hasil riset yang kuat dan relevan dari dunia akademik,” jelas Romel Masykuri, M.A., selaku Koordinator Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya – Lakpesdam Kota Malang

Kegiatan ini juga terbuka untuk berbagai kalangan masyarakat, termasuk ibu muda, perempuan, pengurus masjid, mahasiswa, siswa, guru, dan masyarakat umum. Keberagaman peserta mencerminkan pendekatan inklusif yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian.

Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama bulan Juni hingga Juli 2025, tersebar di berbagai titik komunitas yang menjadi mitra Lakpesdam dan Universitas Brawijaya. Lokasi kegiatan dipilih berdasarkan hasil pemetaan sosial dan asesmen kebutuhan yang dilakukan sebelumnya. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kedua lembaga dalam menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar penting dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan dan bermakna.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed

Back to top button