News

Lakpesdam NU Kota Malang Lakukan Edukasi Pola Makan Sehat dan Gizi Seimbang bagi Santri Kota Malang

MALANG – (19/6/2025) Pola makan sehat dan gizi seimbang memainkan peran fundamental dalam menjaga kebugaran tubuh serta mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, terlebih bagi kalangan santri dan santriwati yang menjalani kehidupan di pondok pesantren.

Sayangnya, sejumlah riset menunjukkan bahwa praktik konsumsi makanan di sebagian besar pesantren masih belum mengindahkan prinsip-prinsip gizi yang tepat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan seperti kekurangan zat gizi mikro, anemia, stunting, bahkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas.

Sebagai bentuk respons atas tantangan tersebut, Lakpesdam NU Kota Malang menggagas kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar pada 17 Juni 2025 di Pondok Pesantren Darun-Nun, Malang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lakpesdam NU, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), serta Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang (Poltekkes Kemenkes Malang).

Ketua Lakpesdam NU Kota Malang, [Dr. Mohamad Anas, M. Phil], mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran reflektif kepada para santri mengenai pentingnya memilih serta mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian integral dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan memperkuat sistem imun. Menurutnya, edukasi gizi tidak hanya sekadar menyampaikan aspek teknis atau ilmiah semata, tetapi juga memiliki dimensi pembentukan karakter dan internalisasi gaya hidup sehat dalam keseharian para santri.

Sebagai upaya kolaboratif antar berbagai sektor, Lakpesdam NU melibatkan para ahli di bidang gizi, tenaga kesehatan profesional, serta pengasuh pesantren dalam pelaksanaan program ini. Ruang lingkup materi yang disampaikan pun diperluas, meliputi pelatihan keterampilan membaca label kandungan gizi pada kemasan makanan, mengenali potensi bahaya dari konsumsi berlebihan zat tertentu seperti gula, garam, dan lemak, hingga penyusunan menu sehat yang terjangkau dan sesuai dengan tradisi kuliner lokal serta sumber pangan yang tersedia di sekitar lingkungan pesantren.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Ibu Sutomo Rum Teguh dan Ibu Maryam Razak, yang masing-masing membawakan materi penting yang relevan dengan kebutuhan santri.

Dalam sesi pertama, Ibu Rum menyampaikan materi berjudul “Remaja Sehat, Bergizi, dan Berprestasi.” Ia menjelaskan bahwa fase percepatan pertumbuhan fisik dan kognitif manusia terjadi pada dua masa penting: saat usia balita dan saat memasuki masa pubertas hingga remaja. Ia menyoroti pentingnya periode “1000 Hari Pertama Kehidupan”, yang juga dikenal sebagai “Windows of Opportunity”, di mana perkembangan otak mencapai 80% pada dua tahun pertama kehidupan ditambah masa kehamilan. Pada fase ini, pemenuhan gizi yang baik menjadi penentu utama kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan.

Sementara itu, Ibu Maryam membawakan materi tentang “Pemilihan dan Penanganan Pangan yang Aman untuk Kesehatan.” Ia memperkenalkan konsep lima kunci keamanan pangan yang dikembangkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu: menjaga kebersihan pangan, memastikan makanan bebas dari kontaminan, memisahkan makanan matang dan mentah, memasak hingga benar-benar matang, serta menyimpan makanan pada suhu yang aman.

Selain penyampaian materi teoritis, kegiatan ini juga diperkaya dengan demonstrasi memasak nugget tempe sehat sebagai bentuk praktik langsung. Workshop ini ditujukan untuk para juru masak pondok pesantren agar mereka memiliki keterampilan menyusun menu sehat dan aman dalam penyajian makanan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Lakpesdam NU, FISIP UB dan Poltekkes Kemenkes Malang berupaya mendorong peningkatan literasi gizi dan kesehatan pangan di lingkungan pesantren. Harapannya, program ini mampu mencetak santri yang tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga cerdas secara intelektual dan unggul dalam prestasi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed

Back to top button