Warta

KH Abdul Matin: NU Pasti Menang, Warga Diminta Istiqamah Berjuang di Jalan Aswaja

MALANG – (5/4/2026) Pesan optimisme dan keteguhan perjuangan mewarnai Halalbihalal PCNU Kota Malang yang digelar di STAIMA Al-Hikam Malang, Minggu (5/4/2026). Dalam mauidzah hasanahnya, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan keyakinannya bahwa Nahdlatul Ulama akan terus tegak dan memenangkan perjuangan dalam menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“NU ini memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Maka kita harus yakin, NU pasti menang. Namun kemenangan itu harus diiringi dengan perjuangan dan jihad di jalan Aswaja,” tegasnya di hadapan ratusan jamaah.

Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban itu menjelaskan bahwa tradisi Halalbihalal merupakan warisan ulama Nusantara yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Menurutnya, para ulama terdahulu mampu mengemas nilai-nilai Al-Qur’an dalam bentuk budaya tanpa menghilangkan esensi ajaran agama.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, “Wasāri‘ū ilā maghfiratin min rabbikum…”, sebagai spirit untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan berlomba dalam kebaikan.

“Ini bukti kepiawaian ulama kita. Esensi ajaran tetap terjaga, tetapi dikemas dalam tradisi yang membumi dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH Abdul Matin juga menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang penuh hikmah dan kasih sayang. Ia mencontohkan bagaimana para kiai mendoakan seluruh umat, termasuk mereka yang masih berada dalam kesalahan, agar mendapatkan hidayah.

“Dakwah itu dengan kelembutan, dengan mata rahmat. Mengajak dengan hikmah dan mauidzah hasanah, bukan dengan cara keras,” jelasnya, merujuk pada prinsip amar makruf nahi mungkar dalam Al-Qur’an.

Dalam konteks organisasi, ia mengingatkan warga Nahdliyin untuk tetap fokus berkhidmat sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. Setiap struktur dalam NU, menurutnya, memiliki wilayah kerja yang harus dijalankan secara disiplin agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Setiap tingkatan di NU punya tugas masing-masing. Kalau semua berjalan sesuai porsinya, maka organisasi akan kuat dan tidak mudah goyah,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa NU merupakan organisasi yang didirikan oleh para ulama dan wali, sehingga memiliki kekuatan spiritual yang besar. Karena itu, meskipun menghadapi berbagai dinamika dan tantangan, NU diyakini akan tetap bertahan dan berkembang.

“NU ini didirikan oleh para ulama yang mulia. Insyaallah akan terus dijaga. Tapi kita tetap harus berjuang, berjihad di jalan Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Di akhir tausiyah, KH Abdul Matin mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk mendukung agenda organisasi, termasuk Muktamar NU ke depan, agar berjalan sukses dan membawa keberkahan bagi umat.

Ia juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Kota Malang dalam menyelenggarakan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU beberapa waktu lalu.

“Ini menunjukkan bahwa Kota Malang adalah kota yang mampu menjadi pusat kegiatan keumatan dengan baik, sekaligus mencerminkan kekuatan kebersamaan dan harmoni,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button