Digitalisasi Manajemen Masjid: Implementasi Aplikasi E-Masjid dan Penyaluran Bantuan Sosial Berbasis Data

MALANG (3/7/2025) Pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 lalu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kota Malang, serta Sekretariat Masjid Sabilillah, telah sukses menyelanggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Digitalisasi Manajemen Masjid: Implementasi Aplikasi E-Masjid dan Penyaluuran Bantuan Sosial Berbasis Data” yang berlokasi di Masjid Sabilillah Kota Malang.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya digitalisasi manajemen masjid melalui penggunaan aplikasi E-Masjid. Platform ini dirancang untuk memudahkan digitalisasi berbagai aspek manajemen masjid temasuk pengelolaan data ketakmiran masjid untuk meningkatkan efisiensi administrasi, pencatatan dan pelaporan keuangan masjid secara transparan dan akuntabel, pendataan jamaah untuk mempermudah komunikasi dan pelaksanaan program masjid, dan pencatatan digital inventarisasi serta manajemen aset masjid.

Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Yusli Effendi S.IP, M.A. sebagai ketua pelaksana pengabdian masyarakat, dan menghadirkan Bapak Dr. Ir. Arief Andy Soebroto, S.T., M.Kom, dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya yang memiliki keahlian pada bidang Kecerdasan Buatan dan Sistem Informasi Manajemen sebagai pemateri utama. Peserta kegiatan melibatkan perwakilan dari Masjid Sabilillah dan lima masjid terbaik di Kota Malang yang telah melalui evaluasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, sebagai wujud komitmen bersama dalam memajukan tata kelola masjid di era digital.
Pelaksanaan program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penerapan manajemen masjid yang tertata, terdokumentasi, dan mudah diakses. Penggunaan sistem yang terintegrasi menjadi faktor penting untuk mengembalikan peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan pemberdayaan umat. Digitalisasi sektor keagamaan, seperti manajemen zakat dan sampah pesantren yang berbasis teknologi untuk mendukung pembangunan masyarakat, diharapkan menjadi metode inovatif yang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset dan keuangan.
Bapak Arief Andy Soebroto melalui pemaparannya membahas secara komprehensif pembuatan dan pengelolaan akun E-Masjid. Materi yang disampaikan mencakup proses digitalisasi untuk mengelola data ketakmiran masjid, pencatatan pelaporan keuangan, pendataan jamaah, serta inventarisasi aset menajemen masjd secara terkomputerisasi. Sebagai rencana tindak lanjut (RTL) pasca-pengabdian masyarakat ini, peserta mulai mengimplementasikan aplikasi E-Masjid dalam tata kelola masjid masing-masing. Sinergi antara akademisi, organisasi keagamaan, dan pengelola masjid menjadi cerminan keberhasilan kolaborasi dalam mendukung transformasi digital tata kelola masjid.




