Warta

Solidaritas Kebangsaan, Harlah 1 Abad NU di Malang Didukung Lintas Elemen

MALANG – (3/2/2026) Menjelang puncak peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang menunjukkan kesiapan bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari kekuatan solidaritas warganya. Berbagai elemen masyarakat lintas agama, organisasi, dan komunitas secara aktif terlibat dalam dukungan kemanusiaan dan pengamanan kegiatan.

Dengan estimasi kehadiran 50 ribu hingga 80 ribu jamaah dari berbagai daerah, kebutuhan layanan publik meningkat signifikan. Menyikapi hal tersebut, sejumlah organisasi masyarakat mendirikan posko bersama sebagai pusat bantuan jamaah. Posko ini berlokasi di Rumah Makan Kertanegara, Kecamatan Klojen, dan dikelola secara kolaboratif oleh Malang Peduli Demokrasi (MPD), Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang, Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang, serta Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Malang.

Posko tersebut menyediakan layanan ambulans, obat-obatan ringan, serta konsumsi bagi jamaah berupa makanan dan minuman. Seluruh layanan diberikan tanpa batasan jumlah penerima.

Presiden MPD, Imam Muslich, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kepedulian sosial bersama. “Tidak ada target tertentu. Donasi dan bantuan mengalir karena ini untuk kemanusiaan dan kebaikan Kota Malang,” katanya.

Keterlibatan lintas iman dinilai sebagai salah satu kekuatan utama peringatan Harlah NU tahun ini. Sekretaris Jenderal FKAUB Malang, Pendeta David Tobing, menyebut kolaborasi tersebut mencerminkan praktik nyata moderasi beragama.

“Ini bukan simbol semata. Ada kerja bersama, ada harmoni. Inilah wajah Bhinneka Tunggal Ika di Kota Malang,” ujarnya.

Dari unsur kepemudaan, Pemuda Pancasila Kota Malang menyatakan kesiapan menerjunkan personel di sejumlah titik strategis untuk membantu pengamanan dan menjaga kondusivitas kota selama kegiatan berlangsung. “Kami mendukung penuh agar Kota Malang tetap damai dan tertib,” ujar perwakilan PP, Imam Muchlis.

Sementara itu, INTI Malang turut ambil bagian sebagai wujud komitmen komunitas Tionghoa dalam menjaga persatuan dan toleransi. Dukungan juga datang dari sejumlah gereja di Kota Malang yang membuka fasilitas sebagai lokasi transit jamaah, guna membantu kelancaran mobilisasi massa.

Pemerintah Kota Malang melengkapi dukungan tersebut dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas, posko kesehatan, ambulans, jalur transportasi tambahan, serta kantong-kantong parkir. Koordinasi juga dilakukan dengan hotel dan penginapan untuk menampung tamu dari luar daerah.

Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, Harlah 1 Abad NU di Kota Malang tidak hanya menjadi agenda keagamaan berskala nasional, tetapi juga momentum konsolidasi sosial. Di tengah arus jamaah yang besar, Kota Malang menghadirkan praktik nyata toleransi, gotong royong, dan kebersamaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button