Manajer NU Care LAZISNU Kota Malang: Digitalisasi Jalan Menuju Profesionalisme dan Membangun Trust Publik

MALANG – (29/6/2025) Dalam sambutannya di acara Workshop Digitalisasi LAZISNU, Manajer NU Care LAZISNU Kota Malang, H. Andi Syayuti, menegaskan pentingnya langkah digitalisasi dalam menjawab tantangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di era modern. Menurutnya, era digital bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus direspons dengan kesiapan dan komitmen seluruh elemen organisasi.
“Kita hidup di era digital, dan ini bukan lagi wacana masa depan—ini adalah kenyataan hari ini. LAZISNU Kota Malang sudah mulai melangkah dengan menghadirkan aplikasi digital ‘Kitanu sebagai sistem pendukung pengelolaan dana umat secara mudah dan amanah,” ujarnya di hadapan peserta.

Andi menekankan bahwa digitalisasi adalah jalan menuju profesionalisme, sekaligus strategi membangun kepercayaan publik melalui sistem yang transparan, akuntabel, dan efisien.
“Dengan dukungan teknologi, kita tidak hanya ingin tertib administrasi, tetapi juga membangun fondasi kepercayaan dari masyarakat. Karena dana yang kita kelola adalah amanah umat, maka tanggung jawab moral kita adalah memastikan dana itu dikelola dan disalurkan dengan cara terbaik,” tegasnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Andi menyampaikan apresiasi tinggi kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Malang yang telah menjadi mitra dalam pelaksanaan workshop ini.

“Terima kasih kepada FISIP UB yang telah berkenan menjadi mitra penguatan kelembagaan kami. Kolaborasi ini bukan hanya simbolik, tetapi langkah nyata menuju tata kelola zakat yang berbasis ilmu dan inovasi,” kata H. Andi.
Masih dalam kesempatan yang sama, Andi menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam proses transformasi ini. Menurutnya, pemuda adalah aset besar yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan teknologi.
“Anak-anak muda harus dilibatkan secara aktif. Mereka punya potensi besar untuk menggerakkan roda digitalisasi ini. Kita butuh regenerasi pengelola zakat yang melek teknologi, kreatif, dan punya semangat pengabdian,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Andi menyampaikan harapan agar workshop ini menjadi titik awal perubahan yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat besar, dan menjadi pijakan awal untuk menjadikan LAZISNU sebagai lembaga zakat yang tidak hanya amanah, tetapi juga unggul secara kelembagaan, transparan dalam pelaporan, dan profesional dalam pelayanan,” pungkasnya. (al)




