Perkuat Literasi Politik Kader Muda NU, PCNU Kota Malang Gandeng FISIP UB

MALANG – (30/7/2026) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang terus memperkuat kualitas kaderisasi melalui peningkatan literasi politik bagi generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya dalam penyelenggaraan lokakarya bertajuk Literasi Politik Berbasis Jaringan: Optimalisasi Peran Kader Muda NU sebagai Penggerak Pemilih Kritis di Kantor PCNU Kota Malang, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Lakpesdam PCNU Kota Malang ini diikuti kader muda dari berbagai badan otonom dan organisasi kepemudaan NU, antara lain Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Gerakan Pemuda Ansor, dan PMII. Melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi, PCNU Kota Malang ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu memperkuat wawasan demokrasi sekaligus membentuk kader yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kota Malang, Prof Dr KH M Faisol Fatawi, menegaskan bahwa penguatan literasi politik merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menyiapkan kader yang tidak hanya aktif secara sosial-keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
“Kader muda NU memiliki potensi besar menjadi penggerak lahirnya pemilih yang kritis. Potensi tersebut harus diperkuat melalui pendidikan politik yang berkelanjutan dan jejaring organisasi yang solid sehingga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, NU memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pendidikan politik yang mencerahkan. Politik tidak boleh dipahami semata sebagai kontestasi kekuasaan, melainkan sebagai sarana menghadirkan kemaslahatan publik melalui partisipasi warga negara yang cerdas dan berintegritas.
Ketua Lakpesdam PCNU Kota Malang menyampaikan bahwa sinergi dengan FISIP Universitas Brawijaya merupakan langkah strategis untuk menghubungkan kekuatan akademik dengan jaringan kader NU di tingkat akar rumput. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan model pendidikan politik yang lebih aplikatif dan menjawab tantangan demokrasi di era digital.
Dalam lokakarya tersebut, tim dosen FISIP UB memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi pemilih muda, mulai dari maraknya disinformasi, politik identitas, hingga praktik politik uang. Materi tersebut menjadi bekal bagi para peserta untuk memahami dinamika politik secara lebih objektif sekaligus memperkuat kemampuan menyaring informasi yang beredar di ruang digital.
Diskusi berlangsung dinamis dengan melibatkan seluruh peserta. Berbagai pengalaman lapangan disampaikan oleh kader PMII, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, maupun Gerakan Pemuda Ansor mengenai tantangan membangun kesadaran politik di tengah masyarakat. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi dan kader NU untuk merumuskan strategi pendidikan politik yang lebih efektif.
Melalui kerja sama ini, PCNU Kota Malang berharap lahir kader-kader muda yang mampu menjadi agen literasi politik di lingkungan masing-masing. Ke depan, kolaborasi antara PCNU Kota Malang dan FISIP Universitas Brawijaya diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pengabdian, riset, dan pendidikan masyarakat sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas demokrasi serta membangun budaya politik yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.




