Gus Is: Kami Tak Rela Kiai Dihinakan

MALANG – (22/10/2025) Ekspresi emosional ditunjukkan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang Dr. KH Isroqunnajah saat memberikan sambutan di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Selasa 21 Oktober. Dalam acara seminar yang digagas Lakpesdam PCNU Kota Malang itu, Gus Is, sapaan Dr. KH Isroqunnajah merespons tayangan Trans7 yang dengan vulgar menghina keberadaan para kiai dan pesantren. Menurut dia, tayangan Trans7 itu tidak akan bisa diterima karena menyinggung semua santri dan pesantren.

Apapun alasannya, menurut Gus Is, Trans7 harus mendapatkan tindakan untuk pembelajaran. ”Mungkin para kiai kami karena keihlasannya tidak mempermasalahkan Trans7 karena justru mengangkat derajat kiai, tapi bagi kami para santri ini tidak akan bisa terima para kiai dihinakan,” ungkap Gus Is dengan nada bergetar.
Terlihat, mata Gus Is saat menyampaikan sambutan juga berkaca-kaca. Dia begitu emosional. Apalagi saat menceritakan betapa ikhlasnya kiai di Pondok Pesantren Lirboyo. Karena kebetulan, Gus Is juga pernah nyantri di pondok yang berada di Kota Kediri tersebut. “Saya sebagai saksi, Ketika romo kiai di Lirboyo membiayai puluhan santri. Biaya hidup, sekolah dan segala kebutuhan ditanggung oleh kiai. Keikhlasan para kiai seperti ini yang tidak dilihat oleh mereka-mereka yang tidak mampu melihat kebaikan yang ada di pesantren,” tandas Gus Is.
Dalam kesempatan tersebut, dosen UIN Malang tersebut juga mengapreasi seluruh santri dan pesantren yang reaktif atas tayangan Trans7. Ini menunjukkan betapa besarnya cinta santri pada kiainya. Dia menyebut ungkapan Imam Syafii,” Orang yang sengaja dibikin marah namun tidak marah, itu seperti khimar.” Saat ini, kata Gus Is, para santri tidak ingin seperti keledai dengan menunjukkan ekspresi marah Ketika para gurunya dihinakan. [ltn]




