Warta

Gereja Kristen Jl Bromo Malang All Out Layani Warga NU

 

MALANG – (6/2/2026) Dukungan lintas iman terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) terus mengalir di Kota Malang. Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Bromo mengambil peran aktif dengan menyiapkan layanan transit bagi jamaah NU yang datang dari berbagai daerah.

Menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, pihak gereja menyiapkan satu rumah transit yang berada tepat di seberang GKI Jalan Bromo. Rumah tersebut dapat menampung sekitar 100 jamaah dan difungsikan sebagai tempat singgah sementara sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.

Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan jamaah, antara lain toilet umum, tempat wudhu, ruang istirahat, layanan pemeriksaan kesehatan sederhana, serta sajian makanan ringan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan gereja dalam mendukung kegiatan keagamaan berskala besar tersebut. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung kesiapan fasilitas di kawasan Jalan Bromo.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Gereja Kristen Indonesia Jalan Bromo atas perhatian dan dukungannya. Ini bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan dalam menyambut tamu-tamu NU,” ujar Wahyu.

Menurutnya, partisipasi gereja-gereja di Kota Malang menjadi cerminan kuatnya tradisi kerukunan yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu kelancaran pelaksanaan Mujahadah Kubro, terutama dari sisi layanan jamaah.

Wahyu berharap kolaborasi lintas iman ini dapat terus terjaga dan menjadi energi positif bagi suksesnya acara. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang berkomitmen memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan aman.

“Semoga Mujahadah Kubro berjalan lancar, tertib, dan memberikan kesan baik bagi seluruh jamaah yang hadir di Kota Malang,” pungkasnya.

Keterlibatan GKI Jalan Bromo dalam penyediaan rumah transit dan layanan jamaah menegaskan bahwa peringatan Harlah Satu Abad NU di Kota Malang tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum penguatan harmoni dan kebersamaan lintas iman.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button