Warta

Wali Kota Malang Apresiasi NU CARE-LAZISNU Kota Malang, Dinilai Konsisten Bangun Kepedulian Sosial dan Generasi Berkarakter

MALANG – (12/7/2026) Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi tinggi kepada NU CARE-LAZISNU PCNU Kota Malang atas konsistensinya menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., saat menghadiri Festival Muharram: Santunan Anak Yatim dan Dhuafa yang diselenggarakan NU CARE-LAZISNU di Aula Lantai 3 Kantor PCNU Kota Malang, Ahad (12/7/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menilai NU CARE-LAZISNU tidak hanya berperan sebagai lembaga filantropi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya kepedulian sosial serta menyiapkan generasi yang tangguh dan berkarakter.

“Atas nama Pemerintah Kota Malang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada NU CARE-LAZISNU PCNU Kota Malang yang secara konsisten menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim. Ini merupakan ikhtiar mulia dalam menyiapkan generasi masa depan yang berakhlak dan memiliki semangat untuk terus berkembang,” ujar Wahyu Hidayat.

Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim merupakan investasi sosial yang sangat penting karena setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan terbaik.

“Saya hadir di sini untuk memberikan semangat kepada anak-anak semua bahwa kalian adalah generasi hebat. Jangan pernah merasa berbeda. Tidak ada perbedaan antara anak yatim dengan anak-anak lainnya. Kalian memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bercita-cita, berprestasi, dan kelak menjadi pemimpin yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pesannya di hadapan para penerima santunan.

Wahyu menjelaskan bahwa semangat yang dibangun NU CARE-LAZISNU sejalan dengan visi Pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya melalui penguatan program sosial berbasis kolaborasi.

Ia menyebut pemerintah juga terus mengembangkan berbagai program kemanusiaan yang dilaksanakan pada momentum Muharram, di antaranya Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas serta Bulan Wakaf. Program tersebut menghadirkan santunan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui kegiatan edukatif, bantuan sosial, dan penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Program-program yang dijalankan Pemerintah Kota Malang memiliki semangat yang sama dengan NU CARE-LAZISNU, yaitu memperluas manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Wali Kota menilai sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat kesejahteraan sosial di Kota Malang.

Ia berharap Festival Muharram tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang terus menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian, dan solidaritas sosial.

“Mari kita jadikan Festival Muharram sebagai momentum memperkuat semangat berbagi, mempererat kebersamaan, dan membangun kepedulian terhadap sesama. Dengan gotong royong dan kolaborasi yang terus terjaga, insyaallah umat semakin kuat, masyarakat Kota Malang semakin sejahtera, dan nilai-nilai kemanusiaan akan terus tumbuh di tengah kehidupan kita,” pungkasnya.

Festival Muharram yang diselenggarakan NU CARE-LAZISNU PCNU Kota Malang tersebut dihadiri jajaran Pengurus PCNU Kota Malang, lembaga dan badan otonom NU, para donatur, mitra strategis, serta ratusan anak yatim yang menerima santunan dan perlengkapan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun budaya kepedulian yang berkelanjutan di Kota Malang. [al]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button