Warta

Rapatkan Barisan, PCNU Kota Malang Siapkan Program Muharrram Berdaya

MALANG – (10/6/2026) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang mulai mematangkan persiapan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor PCNU Kota Malang, Jalan Hasyim Asyhari Nomor 21, Rabu (10/6/2026), jajaran pengurus PCNU, lembaga, badan otonom (Banom), Muslimat NU, Fatayat NU, hingga pengurus MWC NU se-Kota Malang menyatukan langkah untuk menyemarakkan bulan Muharram dengan berbagai kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH. Isroqunnajah, M.Ag., menegaskan bahwa Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi keislaman dan memperkuat semangat pengabdian kepada umat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memuliakan bulan Muharram. Tahun Baru Islam harus menjadi momentum refleksi, evaluasi diri, dan penguatan komitmen dalam berkhidmat kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Gus Is.

Menurutnya, sejarah Islam mencatat banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Muharram. Mulai dari keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya pada 10 Muharram, berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS, diterimanya taubat Nabi Adam AS, hingga peristiwa Karbala yang menjadi pelajaran besar tentang perjuangan dan pengorbanan.

“Bulan Muharram mengajarkan nilai perjuangan, keteguhan, dan pengharapan kepada Allah SWT. Karena itu, peringatannya harus mampu menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat hari ini,” jelasnya.

Gus Is menekankan agar seluruh rangkaian kegiatan Muharram tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu mengakomodasi aspek akademik, sosial, edukatif, dan rekreatif. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk menghadirkan wajah Islam yang ramah, inspiratif, dan dekat dengan generasi muda.

“Seminar, pengajian, pelatihan, kegiatan sosial, hingga kegiatan kreatif harus menjadi bagian dari peringatan Muharram. Kita ingin anak-anak muda melihat bahwa Islam hadir dengan semangat ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan kreativitas,” katanya.

Ia juga mengajak warga Nahdliyin untuk mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kepedulian kepada sesama, khususnya anak-anak yatim.

“Salah satu bentuk cinta kepada Nabi adalah menyayangi anak yatim. Karena itu, kegiatan sosial harus menjadi ruh dalam peringatan Muharram tahun ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Muharram 1448 H, H. Andi Syayuti, S.E., M.M., menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam merupakan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dan kolaborasi seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Kota Malang.

“Ini adalah momen penting bagi kita semua. Mari merapatkan barisan, saling bahu-membahu, dan berkolaborasi untuk menyukseskan peringatan Muharram dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat,” ujarnya.

Andi mengajak seluruh lembaga dan badan otonom NU untuk mengambil peran sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, keberhasilan peringatan Muharram tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, sejumlah program mulai mengerucut. Di antaranya santunan 1000 anak yatim dan Dluafa’ yang akan digerakkan bersama NU Care-LAZISNU Kota Malang, penguatan kapasitas khatib dan dai NU, pelatihan Juru Sembelih Halal Nahdlatul Ulama (JUSHNU), serta berbagai program peningkatan kompetensi kader NU melalui Smeinar pesantren yang digawangi oleh RMI PCNU Kota Malang pelatihan dan sertifikasi Halal.

Selain itu, Fatayat NU dan Muslimat NU juga akan menginisiasi kegiatan pemberdayaan perempuan kreatif melalui pameran dan bazar produk unggulan warga Nahdliyin. Program tersebut diharapkan menjadi ruang penguatan ekonomi umat sekaligus wadah promosi kreativitas perempuan NU, serta menangkap peluang yang ada di Kota Malang.

Puncak kemeriahan Muharram direncanakan melalui Pawai Obor dan Pawai Akbar yang melibatkan santri TPQ, lembaga pendidikan, badan otonom, serta warga Nahdliyin dari 130 ranting NU di Kota Malang. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di kawasan Kayutangan Heritage dengan konsep perpaduan budaya lokal dan nilai-nilai keislaman.

Berbagai atraksi kreatif, parade budaya Islami, dan penampilan edukatif akan ditampilkan untuk menghadirkan suasana religius yang membumi sekaligus menarik minat generasi muda.

“Peringatan Muharram harus menjadi ruang syiar yang menggembirakan. Kita ingin menghadirkan Islam yang ramah, berbudaya, dan menginspirasi masyarakat,” ujar salah satu peserta rapat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PCNU Kota Malang berharap peringatan Tahun Baru Islam 1448 H tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu menjadi momentum kebangkitan umat, penguatan ukhuwah, serta penggerak dakwah yang relevan dengan tantangan zaman. [al]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button