
MALANG – (25/2/2025) Wakil Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Anwar Iskandar, menegaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan peluang emas bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dan pembebasan dari api neraka. Hal ini disampaikannya dalam acara Tarhib Ramadhan 1446 H yang diselenggarakan oleh PBNU pada Selasa, 25 Februari 2025. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari seluruh Indonesia.
Dalam taujihatnya, KH. Anwar Iskandar menekankan bahwa pengampunan di bulan Ramadhan tidak datang begitu saja, melainkan harus diiringi dengan keikhlasan dalam menerima dan menjalankan perintah Allah. Menurutnya, Ramadhan adalah kesempatan untuk bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati, memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan penuh kesungguhan.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk mematangkan kualitas spiritualitas. Jika selama sebelas bulan sebelumnya manusia lebih banyak memenuhi kebutuhan fisiknya, maka di bulan suci ini, mereka diajak untuk meningkatkan kematangan jiwa (tazkiyatun nafs) dan intelektualitas. Dengan demikian, puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
KH. Anwar Iskandar juga mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan pembelajaran (ta’lim wa ta’allum). Ia menekankan bahwa bulan ini disebut sebagai Yaum al-Furqan, momen untuk membedakan antara yang benar dan salah. Oleh karena itu, ia mendorong agar kantor dan masjid NU khususnya dapat menyelenggarakan kegiatan edukatif yang mengajak masyarakat kembali kepada Al-Qur’an dan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, ia mengimbau umat Islam pada umumnya dan khususnya warga Nahdliyin untuk menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar dengan amal ibadah dan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, malam yang lebih baik dari seribu bulan itu harus diisi dengan kegiatan spiritual yang dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan.
Tarhib Ramadhan 1446 H yang diselenggarakan PBNU ini menjadi wadah bagi para pengurus NU dari berbagai tingkatan untuk bersinergi dalam menyambut bulan suci dengan penuh persiapan dan kesungguhan. Dengan arahan dari para ulama, diharapkan Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan lebih bermakna dan membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam.



