PCNU Kota Malang Siap Sambut Puluhan Ribu Jamaah Mujahadah Kubro Puncak Harlah 1 Abad NU

MALANG – (31/1/2026) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut puluhan ribu jamaah yang akan mengikuti Mujahadah Kubro, puncak peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) kalender Masehi 2026. Kegiatan akbar tersebut akan dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026.
Kesiapan itu ditegaskan dalam rapat koordinasi panitia lokal (Panlok) Harlah 1 Abad NU yang digelar di lingkungan PCNU Kota Malang, Jumat (23/1/2026). Rapat dihadiri unsur lembaga, badan otonom (banom), Majelis Wakil Cabang (MWC), seluruh struktur Panlok PCNU Kota Malang, serta perwakilan PCNU se-Malang Raya yang berkoordinasi secara terpisah.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari konsolidasi menyeluruh menjelang puncak acara Mujahadah Kubro yang diproyeksikan dihadiri sekitar 75 ribu hingga 100 ribu jamaah dari seluruh Jawa Timur.
Ketua Panlok Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, H. Edy Hayatullah, menyampaikan bahwa PCNU Kota Malang telah menyiapkan puluhan posko layanan jamaah yang tersebar di berbagai titik strategis di Kota Malang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang. Alhamdulillah, Pemkot Malang sangat mendukung dan memfasilitasi penuh puncak Harlah 1 Abad NU kalender Masehi ini,” ujar Gus Edy.
Menurutnya, Mujahadah Kubro bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga momentum kebersamaan warga NU Jawa Timur dalam skala besar, sehingga membutuhkan tata kelola yang matang dari sisi logistik, keamanan, dan pelayanan jamaah.
Dalam aspek pengamanan dan ketertiban massa, PCNU Kota Malang melibatkan unsur Banser dan Pagar Nusa untuk pengamanan internal. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan aparat negara serta pemerintah daerah se-Malang Raya.
“Kita libatkan Banser dan Pagar Nusa untuk pengamanan internal. Untuk jamaah dari luar Malang Raya, koordinasi dilakukan bersama PCNU se-Malang Raya agar arus jamaah tertib dan terdistribusi dengan baik,” tegas Gus Edy.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pemerintah Kota Batu menyatakan kesiapan membantu penuh dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki.
Secara rinci, Gus Edy memaparkan proyeksi kehadiran jamaah Mujahadah Kubro yang bisa mencapai 100 ribu orang. Jamaah tersebut berasal dari unsur Muslimat NU, Fatayat NU, serta nahdliyin dari seluruh Jawa Timur.
Rinciannya, PCNU Kota Malang diproyeksikan menghadirkan sekitar 15.000 jamaah, PCNU Kabupaten Malang 15.000 jamaah, dan PCNU Kota Batu sekitar 5.000 jamaah. Sementara itu, PCNU se-Jawa Timur di luar Malang Raya diperkirakan menyumbang sekitar 40.000 jamaah, dengan asumsi masing-masing PCNU mengirim rata-rata 1.000 jamaah.
“Ada 43 PCNU di seluruh Jawa Timur. Rata-rata masing-masing mengirim sekitar seribu jamaah. PCNU yang dekat dengan Malang bahkan bisa lebih. Karena itu, total jamaah sangat mungkin menembus 100 ribu orang,” jelasnya.
Ketua Steering Committee (SC) Panlok PCNU Kota Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, menjelaskan bahwa Mujahadah Kubro merupakan puncak dari rangkaian panjang Harlah 1 Abad NU yang telah dimulai sejak kick off pada 7 Januari 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba keagamaan dan kebudayaan, ziarah muasis NU serentak se-Jawa Timur, pengobatan gratis, hingga berbagai agenda sosial, edukasi, ekonomi umat, dan kebudayaan.
“Mujahadah Kubro adalah puncak, tetapi semangat Harlah 1 Abad NU hadir dalam banyak kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Prof Agus.
Ia juga menegaskan kuatnya dukungan lintas sektor, khususnya dari pemerintah daerah di Malang Raya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Di Kota Malang sebagai shohibul wilayah, dukungan langsung diberikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ini menunjukkan sinergi ulama dan umara berjalan sangat baik,” imbuhnya.
Sekretaris PCNU Kota Malang, Prof. Dr. H. Faisol Fatawi, menegaskan bahwa seluruh struktur NU di Malang Raya telah menyatakan kesiapan total untuk menyukseskan puncak Harlah 1 Abad NU.
“PCNU Malang Raya siap semuanya. Kami all out menyukseskan puncak Harlah 1 Abad NU,” tegasnya.
Menurutnya, dukungan juga datang dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang bergerak bersama demi kelancaran acara.
“Ini menunjukkan NU bukan hanya kekuatan keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang mempersatukan,” tambahnya.
Dengan kesiapan posko layanan, pengamanan internal, koordinasi lintas wilayah, serta dukungan penuh pemerintah dan aparat, Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana diharapkan berjalan tertib, aman, dan khidmat, sekaligus menjadi simbol konsolidasi besar jam’iyyah NU di Jawa Timur.




