
MALANG – (29/4/2025) Ikatan Alumni Ansor Banser Kota Malang (IKABAMA) menggelar acara Halal Bihalal dan Reuni pada Senin (28/4) malam di kediaman Ketua IKABAMA, Ir. H. Yunar Mulya, MT., yang akrab disapa Abah Yunar, di kawasan Kayutangan, Kota Malang.

Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dihadiri oleh Rais PCNU Kota Malang, Prof. Dr. KH. Muhtadi Ridwan, M.Ag., Ketua Tanfidziah PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. (Gus Is), beserta jajaran pengurus Tanfidziah, di antaranya Wakil Ketua Ust. Mahmudi Muchit dan Wasek M. Sugeng Winarto. Turut hadir pula Ketua PC GP Ansor Kota Malang, Sahabat Sugianto, Komandan Satkorcab Banser Kota Malang, Sahabat David, serta seluruh jajaran pengurus hingga tingkat satuan bawah.

Kegiatan diawali pukul 20.00 WIB dengan pembacaan doa dan tahlil bersama untuk mengenang para almarhum anggota Banser yang telah wafat. Suasana hening dan penuh haru mewarnai pembacaan tahlil.

Dilanjutkan dengan tausiah oleh Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. (Gus Is), yang mengapresiasi kegiatan IKABAMA dan menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat militansi kader dalam merawat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan IKABAMA yang selalu menjaga ukhuwah, memperkuat soliditas, dan berperan aktif dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta mengawal perjuangan ulama,” kata Gus Is.
Dalam tausiyahnya, Gus Is juga menyampaikan wawasan sejarah Kota Malang yang kaya dan penuh makna. Ia menjelaskan bahwa Malang bukan hanya dikenal sebagai Kota Bunga, tetapi juga memiliki sejarah penting. Pada masa Presiden Soekarno, Kota Malang pernah direncanakan menjadi Ibukota negara. Hal ini menjadi bagian dari kekayaan sejarah yang harus terus dijaga dan dipahami oleh generasi muda.
“Kita tidak hanya dikenal sebagai Kota Bunga, tetapi juga Kota yang memiliki sejarah besar. Pada zaman Presiden Soekarno, Kota Malang pernah direncanakan menjadi Ibukota negara. Ini adalah bagian dari sejarah yang harus kita jaga dan kenalkan kepada generasi mendatang,” ungkap Gus Is.
Gus Is juga mengingatkan pentingnya melibatkan generasi muda dalam organisasi Ansor dan Banser. Menurutnya, untuk memastikan kelangsungan perjuangan dan menjaga semangat perjuangan ulama serta Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, perlu muncul generasi muda dari keluarga besar Ansor dan Banser yang siap berkhidmat.
“Kita perlu mendorong generasi muda keluarga kita untuk berkhidmat di Ansor atau Banser, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita untuk menjaga marwah ulama dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” tegas Gus Is.
Dalam kesempatan ini, Gus Is juga menyampaikan salah satu program penting yang diluncurkan oleh PBNU, yaitu program GKMNU (Gerakan Keluarga Ma’rifat Nahdlatul Ulama). Program ini bertujuan untuk membangun keluarga-keluarga yang sadar dan aktif dalam menjaga nilai-nilai NU, dengan harapan bahwa seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dapat bersama-sama menuju surga.
“Program GKMNU ini bertujuan untuk membangun keluarga yang kokoh dan berbasis pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Kita ingin seluruh keluarga Nahdlatul Ulama ini dapat bersatu, bergerak bersama, dan mencapai tujuan akhir yang mulia, yaitu masuk surga bersama-sama,” tambah Gus Is.
Dalam sambutannya, Ketua IKABAMA, Abah Yunar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Ansor dan Banser dari masa ke masa. Ia menegaskan bahwa generasi Ansor dan Banser ke depan harus lebih kuat, lebih militan, dan lebih siap menjaga marwah ulama serta membela kehormatan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Generasi Ansor dan Banser ke depan harus lebih hebat, lebih militan, dan lebih siap menjaga marwah ulama serta mempertahankan kehormatan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” tegas Abah Yunar.
Abah Yunar menambahkan bahwa IKABAMA bukanlah organisasi formal, melainkan wadah silaturahmi alumni Ansor dan Banser yang tetap berkomitmen mengawal Ulama dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bersama pengurus PC GP Ansor dan Banser Kota Malang.
“IKABAMA ini bukan organisasi formal, tetapi insyaallah akan selalu berada di garda terdepan mengawal ulama dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, bersinergi dengan pengurus PC Ansor dan Banser,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Abah Yunar mengajak seluruh kader untuk menjadi pribadi yang mampu bersinar dan memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.
“Jadilah permata yang mampu bersinar di lingkungan masing-masing, memberikan manfaat dan inspirasi untuk sekitarnya,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Malang, Sahabat Sugianto, dalam sambutannya menyampaikan ikhtiarnya untuk memperkuat barisan Banser di Kota Malang dengan target besar.
“Kami berikhtiar membentuk 1000 Banser di Kota Malang untuk mengawal Ulama dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita menjaga marwah, menjaga tradisi, serta membela agama dan bangsa,” ujarnya penuh semangat.
Sebagai penutup acara, doa dipimpin langsung oleh Rais PCNU Kota Malang, Prof. Dr. KH. Muhtadi Ridwan, M.Ag., yang memohonkan keberkahan untuk seluruh alumni, jamaah, dan bangsa Indonesia.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, mempererat ukhuwah antaralumni lintas generasi serta memperkokoh komitmen bersama dalam mengabdi untuk umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama. (SW)




