HeadlineWarta

Gelar Halal Bihalal, Ketua MWC NU Klojen: Kaderisasi Kunci Merawat Amaliah Aswaja

MALANG – (28/4/2025) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Klojen menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima yang dirangkaikan dengan acara halal bihalal di Masjid Nurul Falah, Jumat malam (25/4/2025). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan semarak, dihadiri oleh jajaran pengurus NU dari berbagai unsur, mulai dari Syuriah, Tanfidziyah, Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, serta perwakilan dari seluruh ranting NU di wilayah Kecamatan Klojen.

Selain jajaran pengurus tingkat kecamatan, hadir pula tamu undangan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang. Tampak di antaranya Sekretaris PCNU Kota Malang Dr. M. Faisol Fatawi, Wakil Sekretaris Dr. Dini Hidayatullah, serta Wakil Ketua Tanfidziyah Dr. Maghfur. Kehadiran mereka menambah semarak acara dan menjadi wujud nyata sinergi antara PCNU dan MWCNU dalam membangun kekuatan organisasi hingga tingkat bawah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat Nabi, istighotsah, dan tahlil yang dipimpin secara bergantian oleh para tokoh NU Kecamatan Klojen. Suasana penuh kekhusyukan terasa menyelimuti seluruh jamaah. Doa penutup dipimpin langsung oleh Rais Syuriah MWCNU Klojen, KH. Asmari,

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Klojen, Ustadz Damat, menekankan pentingnya regenerasi dan kaderisasi dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Ia mengingatkan bahwa kaderisasi harus dimulai dari tingkat pelajar seperti IPNU dan IPPNU, kemudian dilanjutkan di Ansor dan Fatayat. “Jangan sampai anak-anak dari keluarga NU ikut organisasi di luar NU. Kita harus memastikan regenerasi berjalan agar amaliah Aswaja Annahdliyah tetap terjaga,” tegasnya.

Ustadz Damat juga mengajak seluruh pengurus ranting untuk aktif membina dan mengarahkan generasi muda NU. Menurutnya, tantangan zaman ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan penguatan karakter dan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah sejak usia dini. Ia berharap, kegiatan Lailatul Ijtima seperti ini menjadi sarana efektif untuk menguatkan ukhuwah sekaligus memperkuat komitmen kader terhadap perjuangan NU.

Kegiatan Lailatul Ijtima dan halal bihalal ini diakhiri dengan saling bersalam-salaman antar sesama jamaah, sebagai bentuk mempererat tali silaturahim. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terlihat saat seluruh peserta larut dalam suasana saling memaafkan, mencerminkan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama dalam kehidupan bermasyarakat.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button