
MALANG – (28/3/2025) Ketua PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi keluarga besar PCNU Kota Malang dalam mendukung berbagai program strategis kelembagaan. Ia menekankan bahwa keharmonisan dan keakraban di antara pengurus serta keluarganya menjadi fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas gerakan organisasi. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda silaturahmi yang dikemas dalam kegiatan buka puasa bersama sekaligus peresmian penyegaran kepengurusan NU Care LAZISNU, yang dihadiri oleh pengurus harian PCNU Kota Malang beserta keluarga mereka pada Jumat, 28 Maret 2025.

Acara yang berlangsung penuh kebersamaan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga menjadi bagian dari pengkaderan generasi penerus NU. Kelompok Ummahatun Nahdloh, yang merupakan wadah bagi para istri pengurus, turut aktif dalam mendukung berbagai kegiatan yang dijalankan oleh PCNU Kota Malang. Keterlibatan keluarga dalam kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjalankan program-program keumatan secara lebih optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Pria yang akran disapa Gus Is ini juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan efisiensi administrasi dengan mengadopsi platform digital Digdaya. Sesuai dengan Peraturan Perkumpulan (Perkum) terbaru, sistem administrasi kelembagaan, termasuk pengelolaan surat keputusan, surat tugas, undangan, disposisi, serta dokumen penting lainnya, akan beralih ke sistem digital. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem administrasi yang lebih modern, akuntabel, dan efisien.
Selain itu, Gus Is secara resmi meluncurkan NU Care LAZISNU dengan fokus utama pada pengelolaan zakat mal, infak, dan sedekah. Berbeda dengan zakat fitrah yang telah dikelola oleh masjid-masjid di sekitar jamaah NU, NU Care LAZISNU akan menangani aspek filantropi yang lebih luas, termasuk pengelolaan nadzar. Jika sebelumnya nadzar lebih bersifat individual, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, atau puasa, kini diarahkan ke bentuk nadzar sosial yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara kolektif.
Dalam aspek keagamaan, PCNU Kota Malang juga menekankan pentingnya memperkuat pemahaman fiqh madzhab Syafi’i secara lebih luas. Hal ini bertujuan agar jamaah memahami secara mendalam berbagai ketentuan yang berkaitan dengan sahnya ibadah, termasuk dalam aspek thaharah, shalat, dan haji. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan umat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
DI akhir sambutannya, Gus Is berharap agar kegiatan silaturahmi semacam ini dapat terus berlanjut secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali. Selain mempererat hubungan antaranggota dan keluarga besar PCNU, kegiatan ini juga dapat menjadi ajang refleksi serta evaluasi terhadap program kerja yang telah berjalan. Ia pun menutup acara dengan doa agar Ramadan tahun ini menjadi salah satu yang terbaik dan berharap agar seluruh jamaah masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang. [al]




