Festival Muharram NU Care-LAZISNU Kota Malang, Hadirkan Kebahagiaan bagi Ratusan Anak Yatim

MALANG – (12/7/2026) Semangat memuliakan anak yatim mewarnai peringatan Bulan Muharram 1448 Hijriah di Kota Malang. NU Care-LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang menggelar Festival Muharram: Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Aula Lantai 3 Kantor PCNU Kota Malang, Jalan Hasyim Asyhari Nomor 21, Ahad (12/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., jajaran pengurus PCNU Kota Malang, NU Care-LAZISNU, lembaga dan badan otonom NU, Muslimat NU, Fatayat NU, pengurus MWC NU se-Kota Malang, para donatur, serta ratusan masyarakat yang turut memberikan dukungan.
Sebanyak 150 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar NU Care-LAZISNU dalam menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di momentum bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Manajer NU Care-LAZISNU PCNU Kota Malang, H. Andi Syayuti, S.E., M.M., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
“Festival Muharram ini menjadi momentum mempererat sinergi antara NU Care-LAZISNU, para donatur, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kepedulian kepada anak yatim adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita hidupkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, mitra strategis, relawan, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi keluarga, usaha, serta kehidupan kita semua,” tuturnya.

Mewakili Pengurus PCNU Kota Malang, Wakil Ketua Syuriah PCNU Kota Malang, Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban, menyampaikan bahwa anak yatim memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam ajaran Islam.
Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW juga tumbuh sebagai seorang anak yatim dan mampu menjadi manusia terbaik yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Anak-anak yatim memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi generasi yang hebat. Jangan pernah merasa rendah diri. Teruslah belajar, berakhlak baik, dan bercita-cita tinggi. Semoga kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW,” pesannya.
Suasana haru menyelimuti aula ketika satu per satu anak yatim menerima santunan secara langsung dari Wali Kota Malang bersama jajaran pengurus PCNU dan NU Care-LAZISNU. Senyum bahagia tampak menghiasi wajah para penerima manfaat yang juga memperoleh perlengkapan sekolah sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru.

Festival Muharram tidak hanya diisi dengan santunan, tetapi juga menghadirkan tausiyah dari KH. Baihaqi, pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kota Malang. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya membentengi generasi muda dari dampak negatif era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus disikapi secara bijak agar tidak menggeser nilai-nilai keagamaan dan mengurangi kedekatan generasi muda dengan Al-Qur’an, majelis ilmu, serta aktivitas ibadah.
Selain santunan, masyarakat juga memperoleh layanan bakti sosial kesehatan berupa pijat dan terapi alternatif yang dikoordinasikan oleh Persaudaraan Terapis Nahdliyyin Indonesia. Acara semakin semarak dengan penampilan musik orkestra dari Sanggar WARNA (Warga Nahdliyyin) LESBUMI PCNU Kota Malang yang menghadirkan nuansa religius sekaligus budaya.

Festival Muharram 1448 H ini terselenggara berkat kolaborasi NU Care-LAZISNU Kota Malang bersama berbagai mitra strategis, di antaranya Ocean Garden, Bulan Purnama, CV Jaya Laksa Lestari, J99, BSI Cabang Kawi, Podo Rukun Group, Syahid Property Indonesia, serta masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, sedekah, dan donasinya melalui NU Care-LAZISNU.
Melalui Festival Muharram ini, NU Care-LAZISNU PCNU Kota Malang kembali menegaskan perannya sebagai lembaga filantropi yang tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun gerakan kepedulian, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim sebagai generasi penerus bangsa. [al]




