Rutinan Nariyah Kembali Digelar, Gus Is Ajak Jamaah Jaga Istiqomah Pasca-Ramadan

MALANG – (1/4/2026) Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang di Jalan KH. Hasyim Asy’ari 21 pada Rabu malam, 1 April 2026. Setelah sempat memasuki masa jeda selama hampir dua bulan sejak berakhirnya bulan Ramadan dan Syawal 1447 H, rutinan pembacaan Shalawat Nariyah kini resmi kembali digelar.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para Nahdliyyin, tetapi juga menjadi bukti cinta yang mendalam kepada Baginda Rasulullah SAW. Ribuan selawat yang terlantun diharapkan menjadi wasilah untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat kelak.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang berjalan dengan sangat khusyuk. Tak lama berselang, gema tahlil menyusul, dipandu oleh Wakil Ketua Syuriah PCNU Kota Malang, Prof. Dr. Kasuwi Saiban. Sebagai pemungkas rangkaian zikir, Ketua PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., memimpin pembacaan doa Hizib Nashor yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh jamaah.

Dalam tausiyahnya, pria yang akrab disapa Gus Is ini mengungkapkan rasa syukur karena rutinan malam tersebut bertepatan dengan momen istimewa, yakni Haul Syaikhona Kholil Bangkalan ke-101. Ia mengingatkan jamaah bahwa kesempatan hidup hingga detik ini adalah bukti nyata dari terkabulnya doa-doa yang dipanjatkan sejak bulan Rajab lalu.

“Kita termasuk orang istimewa karena diijabah doanya untuk menemui Ramadan hingga Syawal. Maka, syukur yang sebenarnya adalah menggunakan apa yang diberikan Allah untuk beribadah,” tutur Gus Is di hadapan jamaah.

Gus Is juga memberikan penekanan khusus pada makna kata “Syawal” yang berarti peningkatan. Beliau berpesan agar semangat ibadah yang telah terbangun selama Ramadan—khususnya shalat berjamaah di masjid dan tadarus Al-Qur’an—tidak boleh luntur atau surut.

“Orang yang gemar sholat jamaah di masjid, hidupnya tidak akan faqir selamanya. Maka mari kita jaga dan terus tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pengurus Cabang NU, pengurus Lembaga, MWCNU, hingga perwakilan Ranting se-Kota Malang. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas dan komitmen kuat dalam menjaga tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah di Nusantara.
Acara ditutup dengan harapan kolektif agar keberkahan dan keadilan senantiasa menaungi bangsa dan negara Indonesia. Semangat yang terpancar dari para jamaah malam itu menjadi sinyal positif bahwa pondasi beragama yang kuat tetap terjaga meski bulan suci Ramadan telah berlalu.




