Warta

PCNU Kota Malang Gelar Kick Off Hari Santri Nasional 2026, Teguhkan Khidmat dan Perjuangan Ulama

MALANG – (18/10/2026) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang menggelar Kick Off Hari Santri Nasional 2026 pada Ahad (18/10/2026), bertepatan dengan 7 Jumadal Ula 1448 H. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor PCNU Kota Malang, Jalan K.H. Hasyim Asy’ari Nomor 21, Kota Malang, sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PCNU Kota Malang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin. Momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat khidmat kepada umat sekaligus meneguhkan komitmen meneruskan perjuangan para ulama dalam membangun bangsa dan negara.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kick off tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan PCNU Kota Malang dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026.

Gus Is, sapaan akrab KH. Isroqunnajah, mengajak warga Nahdliyin menjadikan Hari Santri sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu tonggak penting perjuangan bangsa, yang kemudian mengobarkan semangat perlawanan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Menurutnya, perjuangan para santri pada masa itu menunjukkan besarnya kontribusi pesantren dan ulama dalam perjalanan sejarah Indonesia. Dengan keterbatasan persenjataan, para santri turut berjuang mempertahankan tanah air dengan semangat pengorbanan, keberanian, dan keyakinan.

Momentum Hari Santri, lanjutnya, perlu dimaknai tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai pengingat bagi generasi saat ini untuk meneruskan perjuangan para pendahulu melalui pengabdian, pendidikan, kegiatan sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Gus Is juga menyoroti kekayaan nonmaterial yang dimiliki Nahdlatul Ulama, terutama kekompakan komunal dan kemampuan menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara para pemimpin, pengurus, dan warga menjadi modal penting untuk memperkuat solidaritas, ukhuwah Islamiyah, serta membangun kehidupan umat yang lebih baik.

Kekuatan tersebut perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan. Dengan demikian, organisasi tidak hanya menjadi wadah pengabdian keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat persatuan.

Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk senantiasa mengenang jasa para kiai dan muassis Nahdlatul Ulama yang telah meletakkan fondasi perjuangan bagi umat dan bangsa. Semangat perjuangan tersebut diharapkan terus hidup melalui pengabdian yang berkelanjutan, terutama dalam membangun umat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari kick off tersebut, PCNU Kota Malang menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Agenda-agenda ini dirancang untuk memperkuat tradisi keilmuan pesantren, meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas santri, serta memperluas kontribusi Nahdliyin di bidang sosial dan keagamaan.

Rangkaian kegiatan yang diagendakan meliputi Pelatihan Kepenulisan Jurnalistik, Pelatihan Peningkatan Kompetensi Khatib, Talk Show Bincang Ekonomi Kaum Santri, Peluncuran 10 Buku Pesantren, Tahlil Akbar, Sapa Santri, Lomba Menggambar, Lomba Pildacil, Lomba Menyanyi Solo, Tarbiyah Jinsiyah, serta Ziarah Alim Ulama Kota Malang.

Melalui pelatihan jurnalistik, para peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis dan menyampaikan informasi secara baik. Sementara itu, pelatihan kompetensi khatib diarahkan untuk memperkuat kapasitas dai dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat. Agenda literasi, diskusi ekonomi, dan berbagai perlombaan juga menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan wawasan, kreativitas, dan potensi diri.

Adapun kegiatan ziarah alim ulama Kota Malang dijadwalkan mengawali perjalanan dari Pondok Pesantren Al-Hikam, Suflat, Kedungkandang, kemudian berlanjut ke lokasi ziarah berikutnya hingga kawasan Kasin, Kota Malang. Ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar merawat ingatan kolektif terhadap jasa para ulama dan meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka.

Kegiatan Kick Off Hari Santri Nasional 2026 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua PCNU Kota Malang, Khoirul Anwar. Penutupan tersebut menandai dimulainya rangkaian ikhtiar PCNU Kota Malang untuk menghidupkan semangat Hari Santri melalui kegiatan yang edukatif, religius, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kota Malang berharap semangat perjuangan ulama dan santri terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk memperkuat khidmat, merawat persatuan, dan mengambil peran aktif dalam membangun umat serta bangsa. [al]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button