Abah Anton Teken Prasasti Gedung PCNU Kota Malang, Teguhkan Sejarah dan Khidmat Nahdliyin

MALANG – (18/10/2026) Gedung PCNU Kota Malang yang terletak di Jalan K.H. Hasyim Asy’ari Nomor 21, Klojen, Kota Malang, menjadi saksi perjalanan khidmat Nahdlatul Ulama dalam membangun umat. Usai pembukaan Kick Off Hari Santri Nasional 2026, Ahad (18/10/2026), Walikota Malang periode 2013–2018, Ir. H. Mochamad Anton, menandatangani prasasti gedung tersebut di hadapan jajaran pengurus dan warga Nahdliyin yang hadir.
Penandatanganan prasasti ini menjadi momentum untuk mengenang dukungan berbagai pihak dalam pendirian gedung PCNU Kota Malang. Prosesi tersebut disaksikan oleh para pengurus PCNU dan jamaah warga Nahdliyin yang mengikuti rangkaian pembukaan Hari Santri Nasional 2026 di halaman kantor PCNU Kota Malang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., menyampaikan terima kasih kepada Mochamad Anton, yang akrab disapa Abah Anton, atas dukungannya dalam proses pendirian gedung PCNU Kota Malang saat menjabat sebagai wali kota.
Menurut Gus Is, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan PCNU Kota Malang dalam menyediakan tempat bagi pengurus dan warga Nahdliyin untuk menjalankan berbagai aktivitas organisasi, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Penandatanganan prasasti itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan sarana organisasi merupakan hasil dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Keberadaan gedung PCNU diharapkan terus memperkuat koordinasi antarpengurus, menghidupkan kegiatan keagamaan, serta menjadi ruang pengabdian bagi warga Nahdliyin dan masyarakat luas.

Usai penandatanganan prasasti, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan sembilan ekor burung merpati oleh jajaran Pengurus Tanfidziyah PCNU Kota Malang bersama Abah Anton. Prosesi tersebut menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan perjuangan, persatuan, dan semangat khidmat Nahdliyin dalam membangun umat.
Momentum penandatanganan prasasti yang berlangsung beriringan dengan pembukaan Kick Off Hari Santri Nasional 2026 ini menegaskan pentingnya merawat sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus meneruskan pengabdian Nahdlatul Ulama melalui kerja nyata bagi masyarakat. [al]




