EventHeadlineNews

Ulama NU Bikin Takjub Ulama Arab

BAHAS NATA HATI: Dr. KH Mujab membacakan salah satu kitab karya Hadlrotussyekh KH Hasyim Asyari.

MALANG– (23/3/2024) Warga NU patut bangga. Sebab para ulama yang dilahirkan dari NU ternyata bisa bikin bangga ulama Arab Saudi. Ini dibuktikan saat ada pameran karangan kitab turots (klasik) hasil karya ulama NU di Arab Saudi.

Saat itu para ulama Arab menyatakan heran dan kagum dengan kealimam ulama NU seperti KH Hasyim Asyari yang berhasil melahirkan kitab turost Adabul Alim Wal Mutaallim. Juga yang bikin takjub kitab karangan KH Soleh Darat hingga KH Kholil Bangkalan.

 

Caption:
BERI SAMBUTAN: Ketua Takmir Masjid Al Hidayah Pandanwangi, Blimbing Ustad H. Nur Hadi Rohman, SAg

“Karena itu ulama NU benar-benar kaya dengan ilmu agama yang sangat luas, ” kata Dr. KH Mujab pada acara Safari dan Pencerahan Ramadan di Masjid AlHidayah, Pandanwangi, Blimbing, Jumat (23/3/2024)

Dalam kitab tersebut dinyatakan bagi pencari ilmu yang perlu dibersihkan dulu adalah hati. Karena dalam hati ini menjadi pusat suudzon, curiga, hasud dan jadi bersemayamnya iblis. Kalau hati tidak bersih, kadang ilmunya mudah diterima tapi kurang bisa bermanfaat. Sinarnya ilmu tidak muncul.

Menata niat dalam hati itu sangat sulit. Meski orang alim kadang belum tentu niatnya bemar. ‘Kalau hatinya beraih akan tercermin dalam perilakunya sehar-hari, “tandas ustad Mujab.

Yang kerap terjadi, orang cari ilmu dengan niat mendapat pangkat atau harta. Ini dalam kitab kuno disebut sebagai sebuah kesalahan. ” Pangkat dan kedudukan tidak boleh jadi tujuan cari ilmu, ” imbuh Mujab.

Sementara dalam program Safari dan Pencerahan Ramadan yang diinisiasi PCNU Kota Malang itu diawali dengan servis motor dan bazar sembako murah. Ini diberikan sebagai bentuk apresiasi NU kepada warga di sekitar masjid. (LTN)

NU MUDA

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Periksa Juga
Close
Back to top button