Serba-serbi

Serial Ramadhan PCNU Kota Malang : Menggapai Iman dan Taqwa

Malang, 11 April 2022.

Pencerahan ramadhan masih terus berlanjut. Diskusi ramadhan yang berlangsung pada hari Jumat, 8 April 2022 bertempat di Masjid Nurul Muttaqin, Kacuk, Kota Malang. Pemateri kali ini adalah beliau K. H. Badruddin selaku jajaran Syuriah PCNU Kota Malang yang kebetulan juga menjabat sebagai direktur Ma’had Sunan Ampel Al Aly UIN Malang, dosen Pascasarjana UIN Malang, sekaligus Mu’allimin Masjid Agung Jami Malang

Beliau menyampaikan bahwa dalam melaksanakan ibadah kepada Allah harus direncanakan atau mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Persiapan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hal ini bisa menjadi penyebab seseorang semakin dekat dengan Allah Swt.

Seseorang tidak akan merasakan manisnya, nikmatnya, dan indahnya iman, sampai Rasul dan Allah lebih disayang daripada dirinya. Ketika keimanan sudah benar, ketika puasanya sudah benar, maka pasti puasa yang dilakukan akan mengantarkan menuju orang yang bertaqwa. “Karena watak dari puasa itu dapat mengantarkan kepada ketaqwaan,” imbuh K.H. Badruddin. Hal itu sudah otomatis, seperti halnya shalat yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Contoh sederhananya adalah air mineral yang kita sepakat atas hal itu dapat menghilangkan dahaga.

Jika kita merupakan mukmin yang baik, muslim yang baik, artinya kita terus berupaya untuk meningkatkan keimanan dan keislaman itu dan insya allah nantinya semua akan memberikan hasil yang baik pula.

Manusia merupakan makhluk yang dimuliakan oleh Allah Swt. jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lainnya. “Entah dia beriman atau tidak beriman kepada Allah, Sepanjang dia manusia, maka dengan keberadaannya sebagai manusia, dia adalah makhluk termulia diantara makhluk lainnya,” imbuh sang direktur Ma’had Sunan Ampel Al Aly UIN Malang.

Menjadi seorang muslim juga merupakan derajat tersendiri bagi manusia. Perlu diingat pula, bahwa tidak semua muslim mampu menjadi mukmin. Mukmin sendiri adalah orang yang beriman, yang percaya dan mendedikasikan dirinya kepada Allah. Taqwa diperlukan untuk menjadi seorang Mukmin yang baik.

Dalam dialog ramadhan kali ini juga dijelaskan bahwa seorang sufi adalah mereka yang senantiasa berada di barisan terdepan, di hadapan Allah. Mereka adalah yang senantiasa mengupayakan segala hal yang berkesinambungan dengan Allah. Mereka adalah yang menomorsatukan agama.

Pencerahan ramadhan berakhir dengan penjelasan terkait ilmu hisab. dari diskusi hari ini, banyak ilmu yang terserap. Harapannya mampu diamalkan dan disebarluaskan.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini berjalan lancar sampai dengan selesai. Semoga diskusi ramadhan terus berlanjut hingga sampai pada masjid terakhir pada tanggal 27 april mendatang. (Zanadia/ZMF)

Penulis

Artikel Terkait

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button