EventHeadlineNews

Gus Yuli: NU Memilih Jalan Bermadzhab sebagai Wasilah Ilallah

MALANG – (18/3/2024) Gelaran perdana I’tikaf Ramadhan & Tadarus Fikroh Nahdliyyah dimulai malam ini, Senin (18/3/204). Seperti tahun sebelumnya, gelaran ini dilaksanakan di Lantai 1 Kantor PCNU Kota Malang. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag.

Kali ini, edisi perdana di bulan Ramadhan tahun ini, pembicara yang dihadirkan adalah Gus Ahmad Yulianto, intelektual muda NU sekaligus dosen UIN Maulana Malik Ibrahim. Topik yang disajikan ialah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) An-Nahdliyyah.

Alumni Ma’had Aly Al-Hikam tersebut menjelaskan bahwa dari 19 madzhab yang disebut dalam kitab Turots, semisal Kitab Mizanul Kubro, NU secara sadar sejak awal memilih salah satu empat madzhab dalam urusan fikih.

“Urusan tauhid atau teologi merujuk Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi sedangkan tasawuf manut Imam al-Ghazali dan al-Baghdadi,” tandas santri KH A Hasyim Muzadi tersebut.

Namun demikian, imbuh Yulianto, dalam urusan fikih yang merujuk salah satu empat madzhab, NU lebih dekat secara kultural dengan madzhab Syafi’i.

“Dalam tradisi NU, atau lebih tepatnya dijadikan pedoman dalam berNU bahwa, bermadzhab harus dibaca sebagai wasilah ilallah. Baik dalam konteks fikih, tasawuf dan teologis. Dan, wasilah tersebut tidak boleh membatalkan ghoyah,” tegas pria yang juga alumni Pesantren Kembang Singosari tersebut.

Perlu diketahui, dalam tadarus kali ini, berbagai kitab Turots yang cenderung klasik dikombinasikan dengan kitab-kitab kontemporer. Hal ini untuk mendapatkan aktualisasi dari doktrin Aswaja An-Nahdliyyah dalam kehidupan modern warga NU.

NU MUDA

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button