AswajaJam'iyyah

Kembangkan Khazanah Keilmuan; IPNU IPPNU Kota Malang Selenggarakan Kajian Tematik Hujjah ASWAJA

Malang (pcnumalangkota.or.id) – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Malang (PC IPNU IPPNU Kota Malang), merupakan salah satu organisasi Nahdliyin di Kota Malang yang fokus terhadap kaderisasi paling bawah NU. Kali ini organisasi yang terdiri dari siswa, santri dan mahasiswa ini mengadakan kajian untuk penguatan aqidah pemahaman agama, khususnya Ahlusunnah Waljama’ah (15/12).

Rekan Rekanita IPNU IPPNU Kota Malang sedang mengikuti kajian
Rekan Rekanita IPNU IPPNU Kota Malang sedang mengikuti kajian, Ahad (15/12/2019)

Program tersebut disalurkan dalam Kajian Tematik Hujjah Aqidah Ahlussunah Waljamaah Annahdliyah. Acara ini diikuti oleh seluruh kader lintas tingkatan IPNU IPPNU Kota Malang meliputi PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi), PAC (Pimpinan Anak Cabang) dan PK (Pimpinan Komisariat) se-kota Malang yang dilaksanakan di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang Jl. KH. Hasyim Asy’ari No.21.

Fiqh dasar, amaliyah NU dan isu kontemporer menjadi fokus pembahasan kajian tematik PC IPNU IPPNU Kota Malang, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai disipilin ilmu. 

Gus Muqorobin dari Mojokerto menjadi pemateri dalam kesempatan kali ini dengan pokok bahasan Antara Sunnah dan Bid’ah. 

“Sunnah adalah suatu hal yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan ketika ditinggalkan tidak berdosa, sedangkan bid’ah adalah sesuatu yang baru.” ujar Gus Muqorobin saat menyampaikan materi. 

Beliau juga menyampaikan bagaiamana sunnah dan bid’ah yang sedang terjadi di era sekarang ini. Pengajar Internasional Islamic Boarding School Tazkia ini menegaskan bahwa menurut Imam Syafi’i bid’ah dibagi menjadi 2; bid’ah Hasanah & bid’ah dholalah.

“Semua yang ditinggalkan oleh Rosululloh belum tentu tidak baik (haram)” tutur gus Muqorobin di hadapan peserta. Artinya jika ada golongan yang menentang pembagian bid’ah, justru mereka mengingkari itu dengan membagi bid’ah menjadi bid’ah sarana dan bid’ah ritual.

Gus Muqorobin juga menerangkan untuk jika tidak dilarang dan tidak diperintah bisa menjadi perkara mubah.  “Cara melihat apakah hal baru itu baik atau buruk, yang terpenting masih sesuai dengan Al-qur’an dan hadits” tegas Gus Muqorobin. 

Kegiatan kajian tematik ini berlangsung secara interaktif, peserta kajian bertanya tentang pembagian bid’ah. Bahkan Rekanita Rida ketua PKPT IPPNU Unisma juga menanyakan tentang bolehkah mengucapkan selamat natal.

“Acara ini telah dihadiri oleh perwakilan dari berbagai macam strata IPNU IPPNU, sebagai penguatan aqidah kajian ini akan terus dilakukan dua pekan sekali dengan berbeda tempat dengan tujuan TURBA ke PKPT, PK dan PAC se-kota Malang” ujar Rekanita Kurnia, ketua PC IPPNU Kota Malang.

Kontributor : Siti Aris

Red

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button