ArtikelHeadlineOpini

Ansorverse

Ketum GP Ansor
Ketum GP Ansor NU Siap Berkiprah dalam Dunia Metaverse

 

Oleh Khoirul Anwar

SELAMAT datang di Metaverse  sahabat-sahabat GP Ansor. Ahlan wa sahlan di Ansorverse. Ladang pengabdian baru generasi NU masa depan dan masa depan NU.

Salut untuk kecekatan dan kecepatan sahabat semua. Dalam membaca dan mencermati zaman. Juga memandang ladang untuk berkhidmat tanpa batas di dunia baru yang sebentar lagi akan “diciptakan” oleh teknologi itu.

Benar. Ini suntikan semangat yang sangat menggembirakan. Terkhusus bagi kami yang terus berinovasi di Metaverse.

Betapa tidak. Saat kami sedang bergelut membangun Metantara (Metaverse Nusantara) dan Santriverse (grup Metatimes), sahabat semua muncul memberi energi tambahan. Spirit baru yang makin membuat kami semangat berlipat.

Maka, izinkan saya menyebut gagasan sahabat semua itu dengan Ansorverse. Panjangnya Ansor di Metaverse. Ansor yang penuh imajinasi di dunia virtual. Dunia tak kasat mata, tapi bisa dirasakan dampak nyatanya.

GP Ansor Menuju Ansorverse
GP Ansor Menuju Ansorverse

Kehadiran Ansorverse ini kami pastikan akan melengkapi Santriverse. Ruang di mana kita sama-sama berkhidmah dalam teknologi untuk menjadi “Banser” pada masa-masa terjadinya split personality yang pasti akan dialami generasi masa depan di dunia baru itu. Wilayah Ansor yang santri dan santri yang Ansor bisa menjadi pelengkap lewat benteng akhlak dan agama di era dua dunia itu ke depan. Insyalah.

Di sanalah pengabdian indah tersebut. Di sana pula pengabdian tanpa batas di ladang baru itu; Metaverse.

Di Ansorverse itu nanti sahabat semua akan tetap menjadi Ansor. Begitu juga yang Banser. Tetap menjadi Banser. Pula yang Gus, tetap jadi Gus. Tentu dengan tugas yang lebih kompleks.

Plus ada tugas baru menanti. Yakni membentengi keliaran imajinasi dengan cara Ansor dan santri. Tugas yang tidak enteng. Tapi juga tidak berat bagi kita semua yang telah matang di kultur  santri.

Membumi dan Melangitkan Ansorverse

Metaverse booming sejak Facebook mengganti brand bisnisnya dengan Meta. Pada medio akhir Oktober 2021 lalu.

FB menahbiskan diri masuk dan menggeluti era bisnis baru. Bisnis teknologi digital yang berbasis virtual and augmented reality (VR/AR). Bisnis dari era web 2.0 ke web 3.0.

Sejak itu jualah pembicaraan tentang Metaverse ini menjadi trending. Baik di dunia akademik maupun media.

Geloranya sampai membentuk sebuah mindset kuat bahwa teknologi baru ini akan mengubah peradaban dan perekonomian dunia secara revolusioner di masa depan. Prediksinya 3-10 tahun ke depan.

Yes. Meski masih sebuah imajinasi, namun itu sangat menjanjikan. Bukankah bisnis apapun juga berawal dari imajinasi yang dikerjaka? Makin tinggi imajinasi yang diwujudkan untuk menjawab kebutuhan, makin baguslah bisnis itu. Kian tinggilah valuasinya di masa depan.

Dan sesungguhnya, bisnis Metaverse ini adalah bisnis dengan imajinasi yang sangat tinggi. Nilai valuasi ekonominya juga akan sangat tinggi. Sesuai dengan muasas dasar berbisnis. Terlebih di bidang teknologi.

Pun begitu dengan Ansor Metaverse (Ansorverse) ini. Ansor yang mampu melampaui Ansor yang sekarang. Ansor yang lebih Ansor dari yang eksis saat ini. Yakni Ansor yang berada dalam wilayah imajinasi tak terbatas di Metaverse.

Interaksi sesama sahabat Ansor bisa berubah. Pengkaderannya juga mungkin perlu diubah. Setidaknya media dan mindset-nya. Pula pengambilan porsi dakwah dan ekonominya.

Di jagat raya baru Ansor (Ansorverse) ini santri bisa bertemu secara virtual dengan santri yang lain yang sedang online dalam dunia 3D (tiga dimensi). Santri itu diwakili Avatar 3D. Pakai kopyah dan sarungan. Sesekali bisa ganti Avatar dengan gaya kekinian. Menjadi santri milenial.

Lalu komunikasi dengan avatar-avatar lain yang bejibun banyaknya di sana. Berdiskusi dalam cyber gettos yang beragam. Bercengkrama.

Kalau bisa sambil membikin ruang ngaji. Lengkap dengan dampar (meja kecil) dan kitab kuning digital. Jangan lupa pakai peci bertuliskan Ansor atau NU.

Kalau tidak ada dampar dan kitab kuningnya, jangan khawatir. Kita bikin.

Kita buat menjadi NFT (non fungible token) kitab-kitab klasik karya ulama Aswaja itu. Dampar dan pecinya juga. Tidak apa-apa jika dijual di sana. Atau syukur kalau kita gratiskan. Bebas pakai.

Di Ansorverse ini pula kita akan bikin seminar-seminar ilmiah. Diskusi-diskusi keagamaan dan keaswajaan. Kalau perlu ajak pengurus Ansor bikin konferensi cabang di sini. Lebih asyik.

Di sela kegiatan kita adakan pameran virtual tentang NU, santri dan kitab-kitab. Generasi meta bisa mendaftar di sini. Lalu masuk dengan kacamata VR yang mereka miliki.

Ajak merem menyaksikan ragam acara yang dibikin Ansor. Plus ruang-ruang artistik digital ala ruang-ruang pesantren modern.

Bikin juga avatar Gus Azmi. Atau avatar Veve Zukfikar. Ajak bershalawat bersama.

Temukan mereka juga di forum avatar Gus Ulil. Ajak ngaji Hikam gaya kekinian.

Kenalkan pula ke sebelahnya. Ke ruang forum avatar Gus Baha. Gus Muwafiq. Dan gus-gus lainnya.

Tunjukkan pula ruang sebelah yang diisi avatar-avatar cantik berseragan Fatayat NU. Minta Avatar Fatayat itu menerangkan bagaimana generasi pemudi NU berkhidmah untuk umat.

Jangan lupa ke ujung sana. Di mana Avatar Gus Yahya sedang diskusi dengan ribuan Avatar. Lalu gandeng naik ke lantai 2, sowan ke Avatar Kiai Miftah yang siap dimintai doa dan fatwanya.

Undang pula untuk menengok ke gedung sebelahnya. Menemui Avatar Gus Yaqut dengan baju kebesaran Ansornya. Didampingi Avatar Kastkornas Banser. Lengkap dengan atribut virtualnya.

Asyik bukan. Di sana avatar-avatar itu tidak hanya dari Indonesia saja. Tapi seluruh dunia.

Praktis, jika masuk menjadi member Ansorverse, mereka ini bisa secara otomatis jadi anggota Ansor baru. Dari berbagai bangsa di belahan dunia nyata.

Mereka bisa ber-Ansor sambil duduk-duduk santai di rumah. Leyeh-leyeh di emperan. Atau lagi ngantor. Tapi avatarnya berseragam hijau Ansor atau seragam loreng Banser. Orangnya
mengendalikan dengan kacamata VR, program komputer, dan platform Ansorverse.

Bisnisnya? Banyak sekali. Adik-adik IPNU-IPPNU bisa jualan baju seragam Banser dan aksesorinya. Atau seragam batik NU dan jas Ansor. Pakai NFT.

Dijamin aman. Tidak akan ditiru. Karena NFT baju itu telah dilindungi smart contract dengan teknologi blockchain. Tidak bisa diduplikasi. Bisa dijual eceran dan partai.

Harlah GP Ansor ke-88, GP Ansor siap Berkontribusi dalam dunia Metaverse
Harlah GP Ansor ke-88, GP Ansor siap Berkontribusi dalam dunia Metaverse

Peluang bisnis lainnya, sahabat Ansor dengan tiga PT yang dibuatnya bisa menyediakan station space untuk masuk dunia meta. Bikin platformnya. Seperti zaman silam bikin warnet atau wartel.

Hanya perlu beli alatnya yang nanti tak akan semahal smartphone. Apalagi jika China sudah bikin. Pasti akan sangat terjangkau kantong. Tak semahal Oculus yang ada saat ini.

Di Ansorverse ini pula sahabat semua bisa bekerja. Juga bisa mengambil keputusan-keputusan cerdas secara realtime.

Meski tentu, akan ada verse-verse lain selain Ansorverse di sana. Bisa Las Vegasverse, Dugemverse, dan segala ragamnya. Pula mungkin akan ada HTI-verse, Wahabiverse, Takfiriverse, dan segala turunannya.

Dan, tantangan Ansor pun sama. Hanya medianya berbeda dengan operator yang sama. Atau mungkin bahkan operator lebih canggih dari dunia nyata.

Di sinilah perjuangan dan khidmah tanpa batas sahabat semua diuji. Kita semua diuji, bukan saja sebagai pengguna teknologi Metaverse ini, tapi juga turut menjadi pemainnya. Pembuat habit-nya.

Saat raksasa teknologi digital Meta, Google, Microsoft, dan lainnya berpacu merajai bisnis Metaverse kemudian dilempar begitu saja, seyogyanya kita wajib mempersiapkan diri menguasai. Bahkan kalau perlu menjadi inovator berbagai aspek dari Metaverse ini. Terkhusus aspek keaswajaan, keindonesiaan, nasionalisme, dan NKRI.

Karena di jagat maya baru ini, hanya dengan nasionalisme tinggi, kita bisa tetap menjaga NU dan NKRI. Baik NU-verse maupun NKRI-verse. Dan, saya yakin, Ansor akan mampu mewujudkan itu. Lewat Ansorverse. Selamat Harlah ke-88 GP Ansor. (*)

 

* Penulis adalah Protolan Pemuda Ansor. Pengurus LTN PBNU yang juga pemerhati dan praktisi Metaverse. Kini Founder Metatimes (TIMES Indonesia Grup).

Artikel Terkait

3 Komentar

  1. Ya Allāh, IKN bikin gagap, metaverse bikin gagap, fenomena2 baru akan selalu bikin gagap and shock. Siap gak siap harus siap. Memang musuh terbesar manusia adalah ketidaktahuan thdp apa yg bakal terjadi. Mari songsong masa depan ketidaktahuan itu dg tetap optimis bersama ulama dan Ansorverse…..(A. Dzarrin al-Hamidy …)

  2. Ya Allāh, IKN bikin gagap, metaverse bikin gagap, fenomena2 baru akan selalu bikin gagap and shock. Siap gak siap harus siap. Memang musuh terbesar manusia adalah ketidaktahuan thdp apa yg bakal terjadi. Mari songsong masa depan ketidaktahuan itu dg tetap optimis bersama ulama dan Ansorverse…..

  3. Ya Allāh, IKN bikin gagap, metaverse bikin gagap, fenomena2 baru akan selalu bikin gagap and shock. Siap gak siap harus siap. Memang musuh terbesar manusia adalah ketidaktahuan thdp apa yg bakal terjadi. Mari songsong masa depan ketidaktahuan itu dg tetap optimis bersama ulama dan Ansorverse…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button