EventHeadline

Kuatkan Moderasi Beragama Melalui Keluarga, LKKNU Kota Malang Lakukan FGD Bersama Warga Nahdliyin

MALANG – Keluarga mempunyai peran terdepan dalam memfilter pengaruh dari luar mulai dari rasisme, ekstremisme, hedonisme, hingga berbagai nilai-nilai lainnya yang berpotensi besar terhadap perkembangan nilai generasi masa depan bangsa. Melihat fenomena tersebut, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kota Malang menyelenggarakan Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga.

Acara dibuka oleh Mujib Shovi, wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Malang. Dalam sambutannya, Mujib Sovi menegaskan bahwa moderasi menjadi karakter yang tidak dapat dipisahkan dari NU. Ini menjadi basis nilai perjuangan NU dalam berkhidmah kepada masyarakat.

“Toleransi dan kebangsaan selalu menjadi tema yang diangkat oleh Nahdlatul Ulama. Ini menunjukkan karakter NU yang begitu kuat kebangsaannya,” tuturnya.

Hadir sebagai narasumber H. Achmad Shampton, M.HI. Laki-laki yang akrab disapa dengan panggilan Gus Shampton, yang saat ini menjadi Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Malang, memaparkan bahwa keluarga adalah garda terdepan tanggungjawab tersebut, terutama ketika dihadapkan dengan ekstremisme islam, budaya narsisme, serta berbagai nilai-nilai yang menjadi tantangan praktik hidup beragama.

Lebih jauh, Gus Shampton memberikan contoh kasus atas anaknya sendiri. Menurutnya, ketika anak bungsunya ingin menjadi Youtuber, maka tidak semata Gus Shampton melarang hal tersebut namun mengarahkan agar kegiatan medsos diwarnai dengan mengaji. Ketika anak menyetujui, kegiatan mengaji menjadi lebih menyenangkan dan anak senang ketika diunggah di media sosial.

“Ini adalah bagian dari edukasi kepada anak untuk moderasi beragama. Jadi praktik itulah sejatinya pendidikan kita,” tutur alumni pesantren Lirboyo tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD kota Malang, I Made Rian Diana Kartika. Dalam memberikan kalimat tarhibnya, I Made Rian Diana Kartika menuturkan pentingnya edukasi keluarga dalam hal moderasi beragama.

“Kita ini sering terlena merasa aman-aman saja. Padahal edukasi moderasi ini perlu kita persiapkan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutur I Made.

Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama berlangsung selama setengah hari dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Malang pada Sabtu 29 Oktober 2022. Dihadiri oleh ratusan warga nahdliyin dari MWCNU, Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, dan IPPNU.(dh)

Penulis

NU MUDA

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button