Serial Pencerahan Ramadhan PCNU Kota Malang: Pendidikan Puasa Ramadhan

Malang, 6 April 2022.

Pencerahan Ramadhan kembali berlanjut, pada tanggal 6 April pukul 19.00 berlangsung diskusi ramadhan bersama K. H. Syaifuddin Zuhri selaku Rais Syuriyah MWC NU Blimbing. Penjelasan kali ini banyak membahas mengenai puasa ramadhan.

Beliau menyampaikan bahwa Ramadhan adalah salah satu perintah yang objek perintahnya itu khusus, yang artinya tidak sembarang orang diperintahkan untuk berpuasa. Objek atau orang yang diperintahkan berpuasa adalah orang yang beriman, hal ini dikarenakan yang diyakini kuat dan mampu menjalankan hanyalah orang yang beriman.

Bagi mereka yang tidak beriman tiada perintah untuk berpuasa. Hal ini sesuai dengan dalil al Quran yang menggunakan redaksi ” يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ” yang artinya “Hai orang-orang yang beriman,”. Artinya yang diperintahkan untuk berpuasa hanyalah orang yang beriman.

Orang yang beriman akan memperkuat imannya dengan menjalankan amalan- amalan di bulan ramadhan. Parameter keberhasilan dalam menjalani ramadhan adalah keberimanan orang yang beriman.

“Di ramadhan ada rahmat, ada ampunan , ada berkah lailatul qadar, ada itqum minannar, surga mengharap-harapkan kita, dosa diampuni oleh Allah, ” Tutur Kyai Saifuddin.

Hal ini menggambarkan bahwa Allah itu adalah zat yang maha segalanya. Dan sebagai orang yang beriman, maka ramadhan harus benar-benar dijalani dengan baik.

“Amalan-amalan hasanah yang Allah perintahkan di bulan ramadhan ini harus dijalani dan jangan sampai ramadhan ini rusak, ” Begitulah pemaparan K. H. Syaifuddin Zuhri.

Amalan yang memang sudah diperintahkan Allah Swt. mampu menjadi perantara untuk mencapai kedekatan dengan Allah. Tapi tidak menutup kemungkinan, ada hal-hal yang diterima dan tertolak.

“Mungkin ada sebagian dari kita yang secara fikih puasanya diterima tetapi gugur pahalanya, ” Tutur K. H. Syaifuddin.

Dalam diskusi malam itu, turut disampaikan pula lima hal yang menggugurkan pahala puasa berdasarkan sabda Nabi Saw. Diantara kelimanya, yaitu berbohong, ghibah (membicarakan orang lain), namimah (adu domba), memberikan sumpah palsu, serta memandang lawan jenis dengan syahwat.

Lima hal itulah yang menurut hadis nabi mampu menggugurkan pahala selama berpuasa, alhasil hanya mendapat lapar dan dahaga saja.
Wallahu a’lam.

Acara yang di laksanakan di Masjid Al-Mujahidin Kota Malang ini berlangsung lancar hingga akhir acara. Antusias warga turut mendukung keberlangsungan diskusi Ramadhan kali ini. Semoga pencerahan Ramadhan dari masjid ke masjid bisa terus terealisasi sesuai jadwal yang telah dibuat. (Zanadia/ZMF)

 

Lihat Juga

PCNU Kota Malang Lakukan Koordinasi Persiapan Resepsi Satu Abad NU

MALANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang menggelar rapat koordinasi persiapan mengikuti acara resepsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: