EventHeadline

ISNU dan Rektor UB Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW


Malang – Bertempat di lantai tiga Guest House UB, dihelat kegiatan peringatan Maulid Nabi (14/10). Kegiatan bertajuk Tasyakur Maulid Nabi Muhammad SAW ini, menukil tema : Amazing Rasulullah. Sebuah inspirasi akhlak mulia seorang Nabi pembawa risalah bagi milyaran umat manusia.

Rektor UB, Profesor Widodo hadir dengan khidmat di acara ini. Dalam sambutannya, Guru Besar di bidang Ilmu Biologi, ini mengungkap sejarah Aisyah RA.
“Istri Rasulullah yang diterpa gosip miring, hingga turun Ayat Al-Qutan melluruskan kegaduhan umat. Pelajaran penting yang patut diteladani, sebesar apapun, seorang pemimpin pasti mendapat cobaan, serta cerita hoax di sekitarnya,” ujar akademisi muda kelahiran Bojonegoro ini.

Berikutnya Dr Nurul Badriyah, Ketua ISNU Cabang Khusus UB, memberikan sambutan kedua.
“ISNU UB, secara logika ilmiah memandang Maulid Nabi, bukan sebatas tradisi, namun sebuah kebutuhan nurani, menegaskan semangat perjuangan Islam, keilmuan, intelektual, toleransi, kebangsaan dan peradaban dunia,” cetus Dr Nurul Badriyah.

” Menandai Rasulullah adalah Nabi yang diimani mahluk seantero bumi dalam beda adat, suku dan bahasa”, urai dosen FEB UB, asli Arema ini.

Acara juga disemarakkan dengan bacaan Shalawat Nabi. Para pengajar dari semua fakultas berbeda di UB, membaca bergiliran syirah Nabawiyah. Maulid Diba dan Albarzanji. Bersama doa-doa Shalawat.

Hingga puncaknya , Dr KH Faris Khoirul Anam, LC menyajikan ulasan Kalam tentang Maulid Nabi.

Pertama, kyai muda alumni Tarim, Yaman ini menjawab uraian Pak Rektor UB. Begitu pentingnya bersikap bijak jika mendengar berita simpang siur. Doktor Ahli Fiqih Jurnalistik ini, mengatakan begitu bebasnya setiap orang jadi netizen. Hingga sejak zaman Rasulullah SAW hoax niscaya sudah ada.

” Tiga hal utama, pesan Kyai Fariz, informasi yang benar dan bermanfaat, itu berarti dakwah. Sedangkan informasi benar tapi tiada manfaat, itu ghibah. Adapun, hal bahaya, jika informasi tidak benar tapi dikabarkan, itu fitnah, hal paling keji, dosanya sangat besar,” jelas Kyai.

“Maka perjuangan Rasulullah, sejak beliau muda, syiar Islam, hijrah ke Madinah, membangun peradaban perlu jadi inspirasi keluarga besar Ikatan Sarjana NU UB. Terutama teladan bijaksana, lembut dalam Akhlak Karimah. ‘ Rasul tidak sekedar memberi contoh. Tapi figurnya juga menjadi contoh”, tutur Kyai seraya memberi gambaran humoris khas Kyai NU di depan para guru besar, Doktor, dan akademisi anggota ISNU UB. Penuh nasehat meski disampaikan dalam situasi mengundang gelak tawa bagi yang mendengar.

Acara diakhiri doa dengan sebuah harapan, Tasyakur Maulid Nabi ini, menjadikan berkah bagi Rektor UB, serta seluruh Keluarga Besar UB, baik dosen maupun mahasiswa memperoleh kemaslahatan dalam tugas segala hal keilmuan.

NU MUDA

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button