Event

Dilindas Mobil, Pagar Nusa Gemparkan Alun-Alun Kota Malang

Atrakasi IPS-NU Pagar Nusa saat dilindas mobil di Alun-alun Kota Malang, Kamis (13/4)

Malangkota (numuda.com) – Ikatan Pencak Silat NU (IPS-NU) Pagar Nusa lakukan atraksi yang mengundang decak kagum sekaligus ngeri di tengah-tengah pusat kota. Warga yang awalnya hanya duduk-duduk di kejauhan mulai mendekat melihat para pendekar berpakaian serba hitam mulai berjajar di depan panggung. Tidak hanya orang dewasa yang mendekat, tapi juga anak-anak ikut penasaran dengan segerombol orang dari berbagai umur berpakaian hitam, Kamis (13/4/2017)

IPS-NU Pagar Nusa yang merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) menunjukkan keperkasaan dan kekuatan NU juga kesiapannya dalam membentengi Nahdlatul Ulama dan bangsa. Hal itu didemonstrasikan dalam acara Blanggur Budaya yang digelar oleh PC Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Musilimin Indonesia) bersama PC IPS-NU Pagar Nusa Kota Malang dalam rangka memperingati Harlah ke-94 NU pada Kamis (13/4) hingga Jum’at (14/4).

Siang itu, bukan hanya orang dewasa dan mahasiwa yang menunjukkan kebolehannya, tapi anak-anak juga turut terjun ke lapangan untuk unjuk kebolehan. Anggota Pagar Nusa se-Malang Raya menunjukkan kebolehannya dalam dunia pencak silat. Diawali dengan salam Pagar Nusa dan dilanjutkan atraksi pecah batu bata di kepala, debus, berguling di batang berduri hingga lindas mobil.

“Gak sakit, gak pusing kok pas batanya dipecahin di kepala”, tutur salah satu pendekar yang masih berumur 11 tahun. Senada dengan pernyataan itu, Soleh, salah satu pendekar dari UIN mengatakan,”Rasanya kayak dipijitin pas roda mobil pertamanya ngelindas kaki. Tapi yang roda kedua lebih ditekan rasanya, soalnya posisi jalannya miring”. Hal serupa juga diungkapkan oleh pendekar yang melakukan atraksi guling di batang berduri dan debus, “Tidak sakit kok!”.

Istilah klenik yang identik dengan hal-hal mistis dan juga dikaitkan dengan banyak hal yang tidak dapat dicerna dengan akal namun dipercaya oleh banyak orang sudah tidak asing lagi di dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, dari jaman penjajahan hingga sekarang. “NU sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Klenik ini sudah menjadi tradisi yang dijaga NU dari jaman penjajahan dulu dan NU dengan kleniknya sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI ini! Semua sudah lihat keperkasaan anak-anak NU ini tadi, dipukul tidak sakit, dibacok tidak mempan, dilindas mobil baik-baik saja!”

“Siapa mau mengganggu Indonesia, maka berhadapan dengan NU!” tegas Pak Priyo yang merupakan wakil ketua empat membawahi bagian kesenian dan kebudayaan PC IPS-NU Pagar Nusa Kota Malang dalam sambutannya di akhir pertunjukan. (cahya/dmb)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button