EventHeadline

Naharul Ijtima’ di MWC NU Lowokwaru Kolaborasikan Hidup Sehat dan Penguatan Aswaja

MALANG – MWC NU Lowokwaru Kota Malang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pertanian PCNU Kota Malang mengadakan kegiatan pengajian dan edukasi pengobatan herbal. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Naharul Ijtima’. Kegiatan dihelat di Masjid Al-Isti’dad Merjosari Malang pada hari Ahad (23/10).

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kota Malang, M. Faisol Fatawi. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat secara luas khususnya para pengurus dan warga nahdliyin.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai positif, karena ada pengajian untuk mengisi kegersangan hati juga menjaga kesehatan fisik dengan menggunakan obat herbal,” jelasnya.

Mewakili MWC NU Lowokwaru, KH. Zainul Arifin Al-Ngajuki menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan seperti ini sangat baik.

“MWC NU Lowokwaru mengucapkan selamat datang kepada hadirin. Kami berharap acara yang sangat baik ini bisa bermanfaat baik secara kesehatan jiwa maupun raga. Ada yang ilmiah kesehatan melalui metode herbal dan ada penguatan keaswajaan melalui tausiyah dari Rais Syuriah PCNU,” tutur kiai asal Nganjuk ini.

Dalam kesempatan ini diisi oleh Eny Yuliaty yang merupakan pengurus LPP PCNU yang menjelaskan tentang bagaimana hidup sehat dengan konsumsi daun kelor atau bahan herbal lainnya. Kembali menggunakan bahan alam untuk konsumsi sehari-hari merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan yang mudah dan murah.

“Penggunaan bahan kimiawi yang berlebihan akan mudah menimbulkan penyakit. Diabetes yang semakin marak, salah satu faktor pemicu adalah penggunaan gula pasir yang diproses kimiawi secara berlebihan,” pungkas dosen Kimia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

Belajar dari saudara kita dari Jawa Barat yang sering memakan sayur dan buah untuk jadi lalapan tanpa dimasak. Sayur mentah tersebut dimakan sebagai bagian dari lauk bersama dengan nasi. Dalam ilmu yang beliau pelajari baik dari buah, sayur, maupun tumbuhan seperti secang, jahe, serai, kayu manis, cengkeh, maupun daun pala bisa diekstrak dengan cara direndam seharian. Khasiatnya bisa jadi minuman herbal yang bisa membuat badan lebih sehat.

Kegiatan ini juga menghadirkan wakil Rais Syuriah PCNU Kota Malang, KH. Nursalim. Beliau menyampaikan bahwa aset-aset NU perlu diperjelas kepemilikannya. Masjid, mushola, lembaga pendidikan yang merupakan milik NU sebaiknya di wakafkan atas nama NU. Ada Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) yang siap membantu untuk mengurus kepemilikan aset menjadi wakaf milik NU atau nadzir pengurus NU.

“Disamping wakaf atas nama NU, tidak kalah penting adalah aset-aset tersebut perlu diurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) agar bangunannya sah diakui negara. Kami di FKUB membantu mendata dan memberikan rekomendasi untuk mengurus IMB agar bangunan yang sudah jadi memiliki legalitas yang sesuai dengan ketentuan pemerintah,” sambung pengurus MUI Kota Malang ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh para para pengurus MWC NU Lowokwaru. Tampak hadir Rais Syuriah KH. Sodiq Asfihan, Ketua Tanfidziyah KH. Mujib Shovy, Pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia, KH Zainul Arifin Al-Ngajuki, dan beberapa pengurus ranting, bdan otonom, serta warga sekitar. Para tamu undangan terlihat bersemangat dalam mengikuti kegiatan sampai selesai.

Penulis

NU MUDA

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button