EventHeadlineNews

NU Tak Lepas dengan Tasawuf, Begini Pandangan Syuriah NU

MALANG – (20/3/2024) Gelaran I’tikaf Ramadhan dan Tadarus Fikroh Nahdliyyah kali ini (Selasa, 19/3/2024) menyajikan topik “Doktrin dan Ajaran Tasawuf NU”. Pembicara yang dihadirkan adalah Kiai Moch. Said Ahmad yang tak lain adalah Wakil Katib Syuriah PCNU Kota Malang.

Sebagaimana biasanya, kajian rutinan ini dibuka setelah sholat taraweh dan bertempat di teras Musholla Kantor PCNU Kota Malang. Turut hadir dalam kajian ini beberapa pengurus lembaga dan Banom di lingkungan NU Kota Malang.

Kiai Moch Said mengawali kajiannya dengan menjelaskan pengertian dan sejarah kata tasawuf. Dengan merujuk beberapa kitab Turots, salah satu yang utama adalah kitab “Hilyatul Awliya wa Tabaqatul Asfiya” karangan Syaikh Abu Nu’aym al-Isfahani.

Lebih lanjut, ulama muda jebolan Pesantren Buduran Sidoarjo tersebut memaparkan alasan-alasan kenapa NU harus mengikatkan diri dengan ajaran tasawuf. Tak kalah pentingnya adalah NU juga memilih secara tepat imam-imam dalam madzhab tasawufnya.

“Selain tasawuf sebagai jalan menuju Allah SWT melalui penyucian diri secara istiqomah, tasawuf juga menjaga keharmonisan dengan para makhluk Allah SWT. Karenanya, NU tak boleh lepas atau meninggalkan tasawuf,” tandasnya.

Kiai Said, sapaan akrab dosen Sastra Arab UIN tersebut menambahkan, pilar-pilar tasawuf yang cenderung moderat tersebut disebabkan karena imam-imam tasawuf yang dirujuk adalah ulama sufi besar yang juga moderat.

“Diawali oleh Imam Abu Qosim Junaid al-Bagdhadi dan Imam Abu Hamid al-Ghazali, kemudian berkembang dan menginspirasi ulama sufi generasi berikutnya seperti Syaikh Abdul Qodir al-Jilani, Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzili, dan seterusnya,” imbuh ulama Aswaja Center tersebut.

Penulis

NU MUDA

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button