EventHeadline

Hukum Melanggar Pamali, Begini Penjelasan LBMNU Kota Malang

MALANG – Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kota Malang kembali menggelar menggelar kajian hukum pada Ahad, 22 Januaru 2023 di Pondok Pesantren al-Barokah Watuging Tlogomas Malang. Kali ini topik yang diangkat adalah Hukum Melanggar Pamali Dalam Perspektif Fiqih.

Kegiatan ini dihadiri oleh Katib Syuriah PCNU Kota Malang Drs. KH. Abdullah Zainur Rouf, M.HI, Rois Syuriah MWCNU Lowokwaru KH. Hamid Mannan, dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Lowokwaru Ust. Zainal Arifin al-Nganjuki.

Kegiatan diawali pembukaan oleh sekretaris PC LBMNU Kota Malang. Dilanjutkan sambutan Ketua PC LBMNU Kota Malang, Pengasuh Pondok Pesantrean al-Barokah KH. M Maliku Fajri Shobah, Lc, M.Pd.I. selaku tuan rumah, Ketua Tanfidziyah MWCNU Lowokwaru dan Katib Syuriah PCNU Kota Malang.

Turut hadir menjadi peserta dalam kegiatan tersebut beberapa anggota LBM PCNU Kota Malang, delegasi LBM MWCNU se-kota Malang, utusan pondok pesantren se-Malang raya dan perwakilan mahasiswa dari Fakultas Syari’ah UIN Malik Ibrahim Malang, Fakultas Syari’ah UNISMA, dan PESMA al-Hikam.

Dalam Bahtsul Masa’il yang digelar sejak pagi sampai sore itu memutuskan bahwa hukum melanggar pamali dapat ditafsil menjadi tiga. Yaitu, pertama jika pamali tersebut memiliki kesesuaian dengan dasar hukum syari’at (al Qur’an dan Hadits) dan mengandung akhlak mulia, maka hukumnya tidak boleh melanggar atau menentang.

Kedua, jika pamali tersebut bertentangan dengan hukum syari’at dan ada indikasi mengada-ada maka hukumnya boleh tidak diikuti.

Ketiga, bagi seorang anak tidak diperkenankan menentang pamali yang disampaikan orang tua secara fi’li (perbuatan). Akan tetapi diperbolehkan meluruskan pandangan orang tua tentang pamali yang menyimpang tersebut dari sudut argumentatif hukum agama tentunya dengan cara dan adab yang baik.

Hasil pembahasan terhadap hukum melanggar pamali tersebut diambil dari sumber-sumber literatur mu’tabar, seperti Ihya’ Ulumudin (Juz 1, hal. 35), Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj (Juz 9, hal 398), Tuhfatul Murid (hal. 124), Faidul Qodiir (Juz 5, hal 2), dan Ghoyatul Bayan Syarh Zubad Ibn Ruslan (hal. 26-27).

Author

NU MUDA

Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCNU Kota Malang

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button